Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata, Kesepakatan Segera Diumumkan

Tukar menukar sandera Israel yang disekap Hamas di Gaza dan tahanan Hamas di penjara Israel sejak kesepakatan 19 Januari 2025 berjalan mulus.

JAKARTA, KBKNews.id – Hamas menyatakan tanggapan positif terhadap proposal terbaru mengenai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera.

Menurut laporan kantor berita Palestina, Maan, Senin (21/7/2025), yang mengutip sejumlah sumber, proposal tersebut mencakup rencana gencatan senjata selama 60 hari dan pertukaran tahanan.

“Gerakan Hamas telah menanggapi positif atas usulan yang diajukan, yang mencakup gencatan senjata 60 hari, dan pertukaran tahanan,” kata kantor berita tersebut, dikutip Sputnik.

Sebelumnya, pada 16 Juli, media Axios melaporkan bahwa Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir telah menyampaikan versi terbaru dari proposal gencatan senjata kepada pihak Israel dan Hamas.

Proposal tersebut di antaranya memuat pembebasan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Sementara itu, pada 30 Juni, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mengungkapkan bahwa Kairo bersama negara-negara mediator lainnya tengah mengupayakan perjanjian gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza, termasuk juga pembebasan sejumlah sandera asal Israel.

Perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas telah dilanjutkan kembali di Doha sejak 6 Juli, meski beberapa putaran awal dilaporkan belum menghasilkan kemajuan yang berarti.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here