JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa mendapat undangan dari Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Muhammad Anis Matta untuk mengikuti diskusi terbatas mengenai geopolitik dunia Islam dan peran filantropi, khususnya terkait isu Palestina.
Diskusi yang digelar pada 29 Juli 2025 tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi dan tokoh agama. Kehadiran Yudi Latif, selaku Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, menandai pengakuan atas kontribusi lembaga ini dalam isu-isu kemanusiaan dan perdamaian global.
Dalam kesempatan tersebut, Yudi Latif memaparkan jika posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan kemajuan negara-negara Arab.
“Indonesia memiliki peran besar dan pemikiran yang dipercaya oleh Palestina dan bahkan kebangkitan Arab,” ujar Yudi Latif. Namun, Yudi Latif juga tidak menampik tantangan yang kini membayangi yakni ada pada internal kita sendiri. Konflik internal di dunia Islam, yang kerap menjadi batu sandungan bagi persatuan dan kemajuan, menjadi sorotan utama. Untuk mengatasi hal ini, Yudi Latif menekankan satu poin krusial yaitu memperkuat kredibilitas.
Bagi Dompet Dhuafa, keterlibatan dalam forum semacam ini adalah bukti komitmen mereka untuk tidak hanya berfokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga turut serta dalam perumusan solusi strategis untuk tantangan global.
Dompet Dhuafa juga selalu siap dan hadir menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.




