Cuaca Tidak Sama, BNPB Petakan Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Karhutla

JAKARTA, KBKNEWS.id – Anomali cuaca yang dipengaruhi dinamika atmosfer menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca yang tidak sama, ada yang kemarau dan ada yang dilanda hujan lebat.

Karenanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir sekaligus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Faktor anomali suhu muka laut sekarang berada di atas normal, jadi potensi hujan ekstrem bisa muncul di luar pola musiman. Ini harus diantisipasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (5/8).

BNPB memetakan beberapa wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan sebagian Jawa Timur (Jatim) yang dalam seminggu terakhir dilanda hujan deras disertai angin kencang.

Selain itu wilayah pegunungan seperti di Papua dan Kalimantan juga mengalami peningkatan curah hujan akibat pengaruh gangguan cuaca lokal dan regional.

BNPB mengingatkan bahwa bencana seperti banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung, dapat terjadi secara mendadak apabila tidak ada mitigasi yang disiapkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD provinsi dan kabupaten untuk meningkatkan monitoring, early warning system, dan kesiapan logistik,” ujarnya, seraya meminta masyarakat untuk segera melaporkan potensi bahaya cuaca ekstrem ke pihak berwenang dan mengikuti arahan evakuasi bila diperlukan.

Abdul juga memaparkan tahun ini setidaknya ada sembilan provinsi yang mendapatkan penanganan khusus mengatasi karrhutla, dimana enam provinsi prioritas karena memiliki lahan gambut yang rawan terbakar meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kemudian tiga lainnya ada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here