Wakaf Produktif Dompet Dhuafa, Berdayakan Petani Nanas Subang

Lahan nanas di Cijambe Subang (Foto: Dompet Dhuafa)

JAKARTA, KBKNews.id – Sebuah inisiatif unik bernama Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) telah mengubah nasib petani nanas lokal di Desa Cirangkong, Cijambe, Subang. Didirikan oleh Dompet Dhuafa, IKON bukan sekadar pabrik pengolahan, melainkan model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dan wakaf produktif.

Latar Belakang Masalah Petani Nanas

Subang dikenal sebagai penghasil nanas yang melimpah, namun para petaninya sering kali kesulitan. Setiap musim panen, harga nanas anjlok karena kelebihan pasokan, dan para tengkulak sering memanfaatkan kondisi ini.

Seperti dilansir dari situs resmi Dompet etani terpaksa menjual hasil panen dengan harga rendah agar buah tidak membusuk, sering kali merugi karena hasil penjualan tidak cukup untuk menutup biaya tanam.

Solusi dan Model Pemberdayaan IKON

Melihat kondisi ini, Dompet Dhuafa mengambil langkah proaktif. Dimulai dengan membebaskan lahan wakaf seluas 10 hektare pada tahun 2014, mereka kemudian mendirikan pabrik IKON yang mulai beroperasi pada Juni 2025.

Pabrik seluas 1.000 meter persegi ini mampu mengolah hingga 10 ton nanas segar per hari menjadi produk bernilai tambah, seperti selai, puree, dan jus konsentrat.

Yang membuat IKON berbeda adalah model kepemilikannya. Sebanyak 97% saham pabrik dimiliki oleh masyarakat penerima manfaat (mustahik), yang terdiri dari para petani nanas itu sendiri.

Dompet Dhuafa hanya memiliki 3% saham untuk biaya operasional dan pemantauan program. Hal ini mengubah status petani dari sekadar penjual bahan mentah menjadi pemilik industri, sehingga mereka bisa ikut menikmati keuntungan dari pengolahan hasil panen.

Selain itu, IKON juga melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja setelah melalui pelatihan. Produk akhir dari IKON berupa ekstrak jus dan selai, yang kemudian dipasok ke industri lain melalui mitra pasar yang sudah ada.

Dengan adanya IKON, Dompet Dhuafa menunjukkan bahwa dana zakat dan wakaf dapat digunakan sebagai modal untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya meningkatkan harga jual nanas, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri pada masyarakat petani lokal.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here