Inggris Bentuk Departemen Khusus Tangani Warga Kesepian

Ilustrasi orang kesepian (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Inggris menjadi negara pertama di dunia yang membentuk departemen khusus untuk menangani masalah kesepian. Kesepian menjadi isu serius.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya isolasi sosial dan keterputusan emosional yang diperparah oleh pandemi COVID-19.

Departemen untuk Budaya, Media, dan Olahraga (DCMS) Inggris telah menetapkan tiga tujuan utama dalam kebijakan penanganan kesepian sejak 2018.

Kebijakan tersebut menekankan pada:

1. Meningkatkan diskursus publik untuk mengurangi stigma sosial seputar kesepian,
2. Merancang kebijakan yang berfokus pada relasi sosial,
3. Membangun kebijakan berbasis bukti dengan memperluas basis data tentang kesepian.

Seperti dilansir dari Naver News, Jumat (8/8/2025), posisi khusus bernama Minister for Loneliness kini dipegang oleh Menteri DCMS, Lisa Nandy. Pemerintah Inggris juga secara rutin menerbitkan Laporan Tahunan Kesepian yang mencakup data terkini, aktivitas organisasi terkait, dan arah kebijakan ke depan.

Dampak Pandemi: Kesepian Jadi Pandemi Sosial

Sebelum pandemi, survei dari Office for National Statistics (ONS) Inggris pada 2017–2018 mencatat bahwa 21% warga merasa kesepian sering atau selalu. Namun, selama lockdown COVID-19, angka ini meningkat menjadi 24% pada April 2020.

Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam frekuensi kesepian, terutama karena pembatasan sosial dan isolasi rumah tangga.

Menurut Dawn Snape, Wakil Direktur Keberlanjutan dan Ketimpangan ONS, “Lockdown memengaruhi semua orang, tetapi dampaknya sangat terasa bagi mereka yang sebelumnya sudah merasa kesepian. Mereka makin sulit mengakses sumber daya sosial dan merasa makin terputus dari jaringan relasi.”

Dukungan Dana

Sebagai respons, Inggris meluncurkan kampanye layanan publik “Let’s Talk Loneliness”, yang mendorong masyarakat untuk lebih terbuka berbicara tentang kesepian dan saling peduli. Pemerintah juga menyalurkan beragam pendanaan, antara lain:

Engagement Fund: hingga £50.000 (sekitar Rp950 juta) untuk sembilan organisasi swasta yang mendampingi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak muda.

Building Connections Fund: total £11,5 juta (sekitar Rp218 miliar) untuk 126 proyek yang menguji solusi konkret mengurangi kesepian.

Selain itu, sebesar £5 juta (sekitar Rp91 miliar) juga disalurkan kepada organisasi nasional seperti Age UK agar kegiatan pendampingan sosial tetap berjalan selama masa pandemi.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here