
BEKASI – Bisa diterima di sekolah negeri adalah impian Husni Mubarok (15) yang sudah dua pekan menjalani hari-harinya bersekolah di SMA 8 Negeri Kota Bekasi. Selama dua pekan itulah ia harus berjuang berangkat sekolah usai salat subuh pukul 05.00, dengan berjalan kaki sejauh 5 kilometer.
Kehidupan yang sangat pas-pasan membuat Husni harus berjalan kaki emnuju sekolahnya dan pergi lebih awal dibanding teman lainnya yang mungkin menaiki angkutan umum atau diantar orangtuanya memakai motor ke sekolah.
Jarak yang harus ditempuhnya lumayan panjang jika dilakukan dengan berjalan kaki, yakni sekitar 5 kilometer dari rumahnya di Jalan Banteng RT 05/11, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi,ke sekolahnya di SMA 8 Negeri Kota Bekasi, Jalan Irigasi, Pekayonjaya, Bekasi Selatan.
Namun ia tidak ingin mengeluh, bahkan terus memanjatkan syukur karena bisa mewujudkan mimpinya sekolah di SMA negeri. “Sejak dulu saya memang berharap masuk sekolah negeri seperti SMA Negeri 8 Bekasi,” ujar Husni, Jumat (29/7/2016) pagi, dikutip dari Tribunnews.
Ia rela berjalan kaki untuk menimba ilmu di tengah hidup yang pas-pasan bersama sang ibu, Umi (34) karena ayahnya telah lebih dulu menghadap Sang Kuasa.
Hidupnya berdua hanya ditopang dari hasil penjualan pisang goreng yang dibuat Umi. Pendapatan yang tidak banyak digunakan keduanya untuk hidup sesederhana mungkin, bahkan untuk pergi sekolah pun Husni rela jalan kaki dibanding mengeluarkan biaya membayar angkutan umum.




