10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Azan

JAKARTA, KBKNews.id – Azan pertama kali disyariatkan pada tahun pertama Hijriah, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah. Beliau bersabda bahwa pahala mengumandangkan azan dan salat berjamaah di shaf terdepan sangat besar, hingga layak diperebutkan bila perlu diundi.

“Seandainya semua orang tahu apa yang akan mereka dapatkan dengan mengumandangkan azan dan salat berjamaah di shaf paling depan. Bahkan jika tidak ada cara lain kecuali mengundinya, maka mereka semua pasti akan mengundinya.” (HR Muttafaq Alaih)

Bagi umat Islam, dianjurkan untuk mendengarkan azan dengan khidmat sambil berdoa, serta menjawab setiap lafaznya.

Namun, ada beberapa perbuatan yang hukumnya makruh saat azan atau iqamah berkumandang, di antaranya:

1. Mengubah Kalimat atau Melagukan Azan Berlebihan

Tidak diperbolehkan menambah, mengurangi, atau memanjangkan bacaan hingga mengubah lafaz azan. Suara yang indah dianjurkan, tetapi tetap harus sesuai kaidah.

2. Tidak Menghadap Kiblat

Muazin disunahkan menghadap kiblat. Jika tidak melakukannya, hukumnya makruh.

3. Melanjutkan Membaca Al-Qur’an

Menurut mazhab Syafi’i, ketika mendengar azan, sebaiknya menghentikan bacaan Al-Qur’an sejenak untuk menjawab azan dan ikamah.

4. Melakukan Tatswib di Luar Azan Subuh

Tatswib (mengajak salat) hanya dibolehkan saat azan Subuh untuk membangunkan yang tertidur, berdasarkan hadis Bilal bin Rabbah.

“Rasulullah SAW menyuruhku bertatswib pada waktu Subuh, tetapi beliau melarangku bertatswib sewaktu Isya.” (HR Ibnu Majah)

Kenapa hanya saat subuh diizinkan untuk bertatswib? karena saat itu manusia masih tertidur sehingga dinilai perlu dibangunkan untuk melaksanakan salat.

5. Berjalan atau Berbicara ketika Azan

Hal ini dapat mengurangi kekhusyukan dan maksud seruan azan, bahkan untuk sekadar menjawab salam.

6. Muazin dalam Keadaan Junub atau Berhadas

Mengumandangkan azan atau ikamah dalam kondisi tidak suci hukumnya makruh tahrim. Jika junub, azan harus diulang.

7. Menghentikan Salat untuk Menjawab Azan

Tidak dianjurkan menghentikan salat atau menjawab azan ketika sedang salat. Jawablah setelah salat selesai.

8. Berjual Beli ketika Azan Jumat Berkumandang

Dalam QS Al-Jumu’ah ayat 9, Allah melarang jual beli saat azan Jumat dikumandangkan setelah imam duduk di mimbar.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

9. Keluar dari Masjid Setelah Azan

Dilarang meninggalkan masjid setelah azan tanpa alasan syari, sebagaimana hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebut perbuatan ini termasuk tanda kemunafikan.

Utsman bin Affan meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Siapa yang mendapati azan di masjid, kemudian dia keluar tanpa hajat dan dia tidak bermaksud kembali lagi, maka dia adalah orang munafik.” (HR Ibnu Majah)

Namun, jika ia keluar karena ada udzur maka itu diperbolehkan. Sebagaimana perbuatan Ibnu Umar yang keluar dari masjid dengan tujuan untuk tatswib.

Ulama Syafi’i juga berpendapat makruh hukumnya keluar dari masjid selepas azan tanpa menunaikan salat terlebih dahulu, kecuali karena ada udzur.

10. Azan Sebelum Fajar di Bulan Ramadan

Menurut mazhab Hambali, hal ini makruh karena dapat membingungkan jemaah dan membuat mereka berhenti sahur lebih awal.

Menjauhi hal-hal di atas saat azan adalah bentuk penghormatan terhadap panggilan salat dan bagian dari adab seorang muslim.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here