9 Kali Gempa Guncang Bekasi, Ini Analisis BRIN

Ilustrasi Gempa (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sembilan kali gempa bumi melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya. Terhitung sejak Rabu (20/8) malam hingga Kamis (21/8) pagi

Gempa utama yang terjadi pada Rabu malam pukul 19.54 WIB awalnya berkekuatan M4,9, kemudian dimutakhirkan menjadi M4,7. Hingga Kamis pagi pukul 06.05 WIB, BMKG mencatat adanya delapan gempa susulan.

Gempa susulan terakhir tercatat berkekuatan M3,3 dengan lokasi 16 km tenggara Kabupaten Bekasi pada kedalaman 10 km.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melakukan kaji cepat dan menemukan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan. Di Kampung Jungkur dan Kampung Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, dinding rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain itu, dua fasilitas umum juga terdampak:

 

1. SDN Kutamaneuh 2, Kecamatan Tegalwaru: Plafon di salah satu ruang kelas roboh dan menimpa meja. Dinding bangunan juga terlihat retak dan puing-puingnya berjatuhan.
2. Aula serbaguna Kantor Kecamatan Pangkalan: Plafon ruangan ini juga roboh.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena baik sekolah maupun aula kecamatan tidak sedang digunakan saat gempa terjadi.

Analisis BRIN

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Sonny Aribowo mengungkapkan ada indikasi Java Back-arc Thrust merupakan sistem sesar yang kompleks dan besar yang terdiri dari Sesar Baribis-Kendeng. Termasuk ada indikasi sesar ini melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok), dan di daerah Bogor.

“Di Jawa Barat, sesar ini melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor,” jelas Sonny dikutip dari laman resmi BRIN, Kamis (21/8/2025).

Sementara itu, dari penelitian terbaru yang ditulis ilmuwan gabungan dari BMKG, BRIN, Universitas Cambridge, ITB dan Universitas Maranatha Bandung Pepen Supendi, dkk yang berjudul ‘Evidence of the West Java back-arc thrust from earthquake activity’ dalam jurnal Tectonophysics volume 911 yang telah dipublikasikan pada 12 Juli 2025 lalu mengungkapkan beberapa bukti bahwa sesar West Java Back Arc Thrust sangat aktif.

Pepen Supendi, dkk melakukan eksperimen seismik sumur bor dirancang untuk menyelidiki aktivitas seismik yang terkait dengan back-arc thrust Jawa Barat. Eksperimen sumber pasif ini terdiri dari tujuh seismometer sumur bor yang dipasang melintasi wilayah Subang dan sekitarnya. Eksperimen ini merekam data seismik antara Desember 2022 hingga September 2023 dan dilengkapi dengan data dari jaringan stasiun seismik permanen BMKG.

Para peneliti juga mengidentifikasi dan menentukan lokasi 15 gempa kerak dangkal serta menghitung mekanisme fokalnya. Kejadian gempa bumi bertipe sesar naik di wilayah back-arc selama periode ini memberikan bukti adanya aktivitas tektonik berkelanjutan di sepanjang back-arc thrust Jawa Barat.

“Analisis terintegrasi kami, yang menggabungkan kajian geologi dan penelitian sebelumnya, mengungkap adanya jaringan sesar yang kompleks mencakup Sesar Depan Citarum, Sesar Citarum, dan sistem Sesar Baribis, yang menunjukkan perubahan signifikan baik secara horizontal maupun vertikal pada medan tegangan regional,” tulis para peneliti.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here