TURKI – Sabtu (30/7/2016) 758 tentara yang ditahan pasca kudeta di Turki telah dibebaskan, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mencabut gugatan hukum kepada mereka.
Diketahui, setelah adanya kudeta gagal yang ingin menggulingkan pemerintahan Erdogan, Turki melakukan pembersihan besar-besaran, hingga lebih dari 60.000 orang dipecat dan dinonaktifkan, mulai dari tentara, guru, hingga media.
Meskipun banyak negara mengecam aksi kudeta tersebut, namun ketika Erdogan melakukan pembersihan di negaranya banyak yang emneysalkan, karena Erdogan dianggap terlalu arogan.
Melalui Antara, kutipan pembebasan 758 tentara dilaporkan oleh Kantor berita Anadolu, dimana pembebasan dilakukan atas rekomendasi para jaksa setelah mereka memberikan kesaksian. Hakim sepakat penahanan terhadap mereka tidak perlu. Namun 231 tentara lainnya tetap ditahan.
Militer Turki sendiri yang merupakan kedua terbesar di NATO merombak strukturnya dengan menaikkan pangkat 99 kolonel menjadi jenderal atau laksamana, menyusul pemecatan 1.700 anggota militer tersangkut kudeta. Sekitar 40 persen jenderal dan laksamana telah dinonaktifkan sejak kudeta itu.





