Upaya Membebaskan Anak dari ‘Perbudakan’ di Bali (2)

Para orang tua korban 'perbudakan' di Bali, sedang berdiskusi dengan LBH APIK di warung Mina, Denpasar Utara. Foto: Maifil/KBK

JALAN BERLIKU ORANG TUA KORBAN ‘PERBUDAKAN ‘ DI BALI

Sebelum azan Jumat, 28 Juli 2016, orang tua korban “perbudakan” atau dalam bahasa hukum “perdagangan orang” di Bali, yang berasal dari beberapa daerah sudah mendarat di Bandara I Ngurah Rai, Bali.

Orang tua korban didampingi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Lampung dan Dompet Dhuafa dijemput oleh Amin dari Dompet Sosial Madani (DSM) perwakilan Dompet Dhuafa di Bali.

Dari bandara, rombongan langsung menuju Masjid yang tidak jauh dari parkir kedatangan untuk melaksanakan shalat Jumat. Di sinilah rombongan bermunajat kepada Yang Maha Kuasa untuk dimudahkan urusan selama di Bali dan niat untuk membawa pulang anak-anak yang sudah diamankan polisi di rumah aman agar terujud.

Setelah shalat Jumat, rombongan langsung menuju Warung Mina, di Paguyangan, Denpasar Utara, Bali. Di sini tim berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Bali yang sebelumnya sudah menjadi fasilitator membantu mencari informasi dan advokasi tentang keberadaan korban “perbudakan” atau perdagangan orang ini.

Dari rekan-rekan LBH APIK Bali, yang dipimpin Ni Luh Putu Nilawati, SH, MH., diketahuilah keberadaan anak-anak korban perbudakan tersebut. Mereka berada di rumah aman Polda Bali. Untuk mendatangi rumah aman, juga bukan masalah yang gampang. Karena pihak Polda Bali yang dianggap bertanggungjawab atas Rumah Aman ini, ternyata tidak berani mengizinkan siapapun untuk berkunjung ke sana.

Hal itu, dikarenakan anak-anak yang diamankan di sana, statusnya titipan dari Reskrim Mabes Polri. Ternyata, kasus ini sudah bukan menjadi domain Polda Bali lagi, melainkan sudah diambil alih oleh Mabes Polri. Ketika penggerebekan 17 Juli 2016 lalu, dilakukan oleh Tim Reskrim Mabes Polri, Jakarta, di back-up oleh Tim Subdit IV Reskrim Polda Bali.

“Kami sudah tidak punya wewenang lagi terhadap anak-anak yang berada di penampungan, karena kasus ini sudah ditangani langsung oleh Mabes,” ungkap Nila menirukan staf Polda Bali yang dihubunginya.

Nila pun menjelaskan semuanya kepada rombongan, tentang kendala yang dihadapi untuk menemui korban tersebut. Para orang tua langsung down, mereka yang baru saja makan nasi dengan menu serba ikan yang terkenal di Bali, langsung down dan lemas.

SELANJUTNYA: POLDA BALI ANGKAT TANGAN

Advertisement