MOJOKERTO – Kebhinekaan harus menjadi ruh dari tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga tidak lagi terjadi bencana sosial karena perbedaan-perbedaan, demikian disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Mojokerto, Sabtu (30/7/2016).
“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat ketika kita hidup di Indonesia maka keberagaman, kebhinekaan itu sesungguhnya sudah menjadi ruh kehidupan di negeri ini karena itu kalau ada perbedaan-perbedaan dalam menerima format proses kehidupan beragama ini memang seyogyanya dikomunikasikan,” katanya.
Hal itu disampaikan Mensos menanggapi terjadinya kerusuhan di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara pada Jumat (29/7) malam. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa kebhinekaan itu harus menjadi ruh kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” ucapnya lagi mengingatkan.
“Saya ingin kembali menyampaikan bahwa ketika kita hidup di negeri ini maka kesepakatan kita pada Bhineka Tunggal Ika harus kita junjung tinggi bersama-sama,” katanya, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan jika sekarang di Kementerian Sosial terdapat direktorat bencana sosial yang saat ini tengah menyiapkan format keserasian sosial berbasis desa. “Jadi tahun Ini ada sekitar 460 desa yang sudah punya basis keserasian sosial di tingkat desa,” katanya.
Namun jumlah tersebut masih jauh dibandingkan jumlah desa di Indonesia yang mencapai 78 ribu.
“Jadi memang kita sudah punya sampai kepada format membangun tim keserasian sosial di tingkat provinsi tapi kita akan terus merevitalisasi tim ini supaya bisa melakukan monitoring dari peta daerah-daerah yang rawan konflik sosial,” tambahnya.





