Perundingan Panas di Mesir, Hamas Tuntut Akhiri Pendudukan Gaza

JAKARTA, KBKNews.id – Seorang pejabat tinggi Hamas pada Selasa (7/10/2025), menegaskan bahwa pembebasan sandera Israel harus dikaitkan langsung dengan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan di tengah berlangsungnya perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel di Mesir.

Dalam negosiasi yang digelar di Kota Sharm El Sheikh, Mesir, di tepi Laut Merah, delegasi Hamas menekankan bahwa pembebasan sandera terakhir hanya akan dilakukan bersamaan dengan penarikan pasukan Israel terakhir dari wilayah Palestina. Hal tersebut diungkapkan oleh sumber anonim kepada kantor berita Xinhua.

Khalil al-Hayya, pejabat senior Hamas yang memimpin delegasi tersebut, menyampaikan kepada saluran televisi Al Qahera News — yang terafiliasi dengan pemerintah Mesir — bahwa pihaknya siap menanggung segala tanggung jawab untuk menghentikan perang.

Ia menegaskan bahwa delegasi Hamas datang ke Mesir dengan tujuan tegas untuk mencapai penghentian konflik secara menyeluruh dan permanen, serta untuk membahas pertukaran tahanan dan sandera.

Menurut al-Hayya, Israel terus melancarkan serangan, melakukan pembunuhan, serta menghancurkan infrastruktur di Gaza, bahkan setelah berulang kali berjanji untuk menghentikan agresi.

Karena itu, ia menyerukan adanya jaminan internasional guna memastikan penyelesaian konflik yang komprehensif dan final.

Perundingan hari Selasa tersebut merupakan hari kedua dari proses negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel di Sharm El Sheikh.

Sumber dari Mesir yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa pembahasan kali ini berfokus pada isu-isu utama, seperti pertukaran tahanan-sandera, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta peralihan tata kelola pemerintahan di wilayah tersebut.

Dua tokoh penting, yaitu Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani serta Direktur Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin, dijadwalkan bergabung dalam perundingan pada Rabu (8/10/2025).

Tanggal 7 Oktober juga menandai dua tahun sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 2023. Konflik berkepanjangan itu telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, merusak sebagian besar infrastruktur di Jalur Gaza, serta menyebabkan krisis kemanusiaan dan kelaparan parah di wilayah yang masih terkepung tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here