Jumlah Pengungsi Karena Kekerasan di Sudan Selatan Capai 60 Ribu

JAKARTA—Arus pengungsi dari Sudan Selatan ke Uganda meningkat dua kali lipat dalam sepuluh hari terakhir. Data terakhir yang dilansir UNHCR jumlahnya menjadi 52 ribu. Sementara Kenya melaporkan pengungsi asal Sudan Selatan mencapai 1.000, dan Sudan ketampungan 7 ribu pengungsi.

Dengan demikian total pengungsi yang melarikan diri dari Sudan Selatan sejak kekerasan pecah di Jubah bulan lalu mencapai 60 ribu orang. UNHCR menghitung, total pengungsi Sudan Selatan di beberapa negara tetangga mencapai 900 ribu.

Dalam laporan UNHCR yang dilansir ReliefWeb disebutkan, kelompok-kelompok bersenjata menghalangi warga yang akan mengungs ke Uganda. Mereka juga melakukan penjarahan di desa-desa. “Juga membunuh warga sipil dan merekrut pemuda dan anak laki-laki ke kelompok mereka secara paksa,” demikian dikutip dalam laporan itu seperti dilansir ReliefWeb, Rabu (3/8/2016).

UNHCR juga melaporkan, lebih dari 85 persen pengungsi yang tiba di Uganda adalah perempuan dan anak-anak di bawah usia 18 tahun. “Banyak anak yang kehilangan salah satu, atau kedua orang tua mereka. Sebagian besar dari Timur Equatoria, dengan jumlah yang lebih kecil dari ibukota Juba,”ujar Melissa Fleming dari UNHCR.

UNHCR mengingatkan semua pihak dalam konflik di Sudan Selatan untuk menghormati hak asasi warga untuk mencari suaka. UNHCR juga mendesak mereka untuk memastikan bahwa warga sipil diberi akses ke tempat yang aman.

Negara termuda di dunia ini menjadi salah satu negara dengan perpindahan penduduk tertinggi di dunia akibat konflik. Ada lebih 2,6 juta warganya yang menjadi pengungsi. Separuh penduduk Sudan Selatan juga bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Advertisement