Menag: Isra Mi’raj Momentum Bangkitkan Kepedulian Lingkungan dan Sosial

JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk membangkitkan kepedulian umat terhadap persoalan lingkungan dan sosial.

Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Isra Mi’raj tingkat nasional yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1) malam.

Dalam sambutannya, Menag mengangkat konsep ekoteologi sebagai tema utama peringatan Isra Mi’raj tahun ini. Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai ujian, baik secara sosial maupun ekologis. Ia menilai setiap cobaan harus dimaknai sebagai ujian yang membawa peningkatan kualitas kehidupan.

“Setiap ujian adalah proses kenaikan kelas. Di balik kesulitan, selalu ada hikmah yang akan menguatkan masyarakat,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menekankan bahwa pesan Isra Mi’raj memiliki relevansi kuat dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, nilai-nilai spiritual dalam peristiwa Isra Mi’raj dapat memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama.

Toleransi, kata dia, bukan berarti menghapus perbedaan, melainkan menerima keberagaman tanpa menciptakan jarak sosial.

Peringatan Isra Mi’raj nasional tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menjadi penceramah kunci.

Dalam ceramahnya, Hanif menyoroti keterkaitan antara spiritualitas dan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian alam.

Menurut Hanif, Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang tidak hanya sarat makna ibadah, tetapi juga mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Ia menegaskan bahwa konsep keberkahan dalam Al Quran mencakup dimensi ekologis, seperti tanah yang subur, air yang berlimpah, serta kehidupan yang lestari.

“Kesucian spiritual tidak bisa dipisahkan dari kelestarian ekologis,” ujarnya.

Hanif juga menyinggung perjalanan Rasulullah SAW dalam Isra Mi’raj yang memperlihatkan keteraturan dan keseimbangan alam semesta. Hal tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa alam bekerja berdasarkan hukum keseimbangan dan ketertiban ilahi yang harus dijaga bersama.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here