Jakarta, KBKNews.id – Media sosial beberapa waktu lalu diramaikan oleh sebuah video yang memperlihatkan momen haru seorang ibu menunggu kedatangan putrinya di bandara Amerika Serikat. Perempuan muda itu tampak mengenakan seragam cokelat bertuliskan “US Army” di dada kiri. Yang menarik perhatian publik Indonesia, sosok tersebut diketahui merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan tampil berhijab saat menjalankan tugas militernya.
Perempuan bernama Syifa, asal Tangerang, Banten, itu bergabung dengan Army National Guard, salah satu komponen militer Amerika Serikat. Video yang diunggah sang ibu melalui media sosial pun viral dan memantik beragam reaksi warganet. Mulai dari rasa bangga, menghujat karena bergabung dengan zionis hingga rasa penasaran soal penghasilan tentara di Amerika Serikat.
Tentara AS Tak Selalu Harus Warga Negara
Kasus Syifa membuka mata banyak orang, ternyata untuk menjadi bagian dari militer Amerika Serikat, seseorang tidak selalu harus berstatus warga negara AS. Syarat utamanya adalah memiliki Green Card atau izin tinggal tetap.
Selain itu, pendaftar wajib menguasai bahasa Inggris secara lisan dan tulisan, memenuhi batas usia sesuai cabang militer dan Lulus ASVAB (Armed Services Vocational Aptitude Battery) yang merupakan tes kemampuan dasar militer
Syifa sendiri bergabung dengan National Guard, yaitu pasukan cadangan yang dikelola oleh masing-masing negara bagian, namun dapat dikerahkan secara nasional bila dibutuhkan.
Ibunya, Safitri, menjelaskan putrinya bertugas di bidang administratif. “Awalnya saya takut karena membayangkan perang, ternyata anak saya bekerja di bagian kantor,” ujarnya.
Mengenal Skema Kerja National Guard
Berbeda dengan tentara aktif penuh waktu, anggota National Guard umumnya bertugas satu akhir pekan setiap bulan da dua minggu pelatihan tahunan (Annual Training) setiap tahun
Meski demikian, selama masa pelatihan maupun penugasan, mereka tetap berstatus Active Duty dan menerima gaji sesuai ketentuan militer AS.
Berapa Gaji Tentara di Amerika Serikat?
Inilah bagian yang paling banyak menyedot perhatian publik. Berdasarkan data terbaru per Januari 2026, rata-rata gaji tahunan anggota National Guard berada di kisaran 35.072 USD per tahun. Angka ini setara sekitar Rp600 jutaan per tahun (kurs asumsi).
Rinciannya:
- Sekitar 2.900 USD per bulan
- Sekitar 670 USD per minggu
- Sekitar 16–17 USD per jam
Angka tersebut merupakan gaji dasar, belum termasuk berbagai tunjangan dan insentif lain.
Gaji Bisa Naik, Ini Faktor Penentunya
Pendapatan prajurit militer AS, termasuk National Guard, sangat bergantung pada sejumlah faktor, antara lain:
- Pangkat dan masa dinas
- Spesialisasi kerja (Military Occupational Specialty/MOS)
- Tingkat pendidikan
- Lokasi penugasan
Prajurit dengan keahlian tertentu dan jam terbang tinggi bahkan bisa memperoleh penghasilan hingga 45.000 USD per tahun atau lebih.
Tunjangan dan Keuntungan Finansial
Selain gaji pokok, tentara AS juga mendapatkan sejumlah manfaat tambahan, seperti:
- Tunjangan perumahan, terutama bagi prajurit berkeluarga
- Keuntungan pajak, di mana pajak hanya dikenakan pada gaji dasar
- Pendapatan bebas pajak saat penugasan tertentu di luar negeri
- Jaminan kesehatan dan pelatihan profesional
Kombinasi gaji dan tunjangan inilah yang membuat profesi militer di AS cukup diminati, termasuk oleh diaspora asing yang memenuhi syarat.
Hijab Tetap Diperbolehkan
Penampilan Syifa yang berhijab juga menjadi sorotan. Namun, keluarganya memastikan tidak ada kendala soal atribut keagamaan.
“Hijab diperbolehkan, dan bukan hanya dari Indonesia. Ada juga anggota dari negara lain,” kata Safitri.
Potret Diaspora dan Pilihan Hidup
Kisah Syifa bukan hanya tentang viralnya video di media sosial, tetapi juga menggambarkan realitas baru diaspora Indonesia di luar negeri. Sejak menetap di Maryland pada 2023 dengan status Green Card, keluarga Syifa membuka lembaran hidup baru—termasuk pilihan karier yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.
Di balik sorotan publik, cerita ini juga memperlihatkan bagaimana sistem militer Amerika Serikat menawarkan struktur gaji yang jelas, peluang karier, serta jaminan finansial, bahkan bagi mereka yang bukan warga negara sejak lahir.





