PBB Selidiki Bukti Serangan Gas Klorin di Suriah

Ilustrasi korban gas beracun klorin mendapat bantuan oksigen/ VOA

SURIAH – PBB tengah menyelidiki bukti-bukti tuduhan yang dikatakan para pemberontak di Aleppo, Suriah yang mengatakan pemerintah telah melakukan serangan gas beracun.

Gas klorin tersebut dijatuhkan bersama bom-bom barel di sebuah rumah sakit di Aleppo, Suriah, pada Rabu, (10/8/2016). Pemberontak mengatakan dalam serangan tersebut tentara pemerintah memakai gas klorin dan diperkirakan sudah menyebabkan empat orang tewas, dan banyak korban lainnya terluka.

BBC melaporkan pada Kamis (11/8/2016), utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, menegaskan jika memang nantinya ditemukan bukti penggunaan gas klorin, maka pemerintah Suriah telah melakukan kejahatan perang.

“Ada banyak bukti bahwa serangan itu memang terjadi. Jika memang demikian keadaannya, maka ini bisa digolongkan sebagai kejahatan perang,” kata De Mistura.

Sementara itu dari sebuah rekaman video diperlihatkan orang-orang yang mengalami kesulitan bernafas mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dalam rekaman tersebut tampak pria, wanita, dan anak-anak mengenakan masker oksigen atas permintaan petugas medis.

Organisasi yang menghimpun relawan, Pertahanan Sipil Suriah (SCD), mengatakan gas klorin tersebut besar kemungkinan dijatuhkan dengan bom barel atau bom drum ke kawasan yang dikuasai kelompok oposisi.

Seperti diketahui, klorin banyak dipakai di industri kimia, namun pemakaiannya sebagai senjata dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia.

Advertisement