Harga Emas Gobal Anjlok

Horga emas global anjlok a.l lain akibat pengangkatan pimpinan the FED yang baru oleh Presiden AS Donald Trump
Harga emas global pada pembukaan sesi perdagangan Senin (ilustrasi: shutterstock)(2/2) brada di 4.793,97 dollar AS per troy ons atau turun 1,5 persen dari pekan lalu.

HARGA logam mulia memasuki awal pekan, Senin (2/2) dengan volatilitas tajam setelah pekan sebelumnya  anjlok di tengah “sell-off” (aksi jual)  paling dramatis di sejarah  perdagangannya.

Data harga spot dan tren perdagangan terbaru, dilaporkan Kompas.com, Senin (2/2)  mengindikasian, pasar emas dan perak sedang menghadapi fase koreksi signifikan, menyusul reli luar biasa yang sempat mendorong harga ke level tertinggi sepanjang masa.

Pada pembukaan sesi perdagangan Senin pagi, data pasar menunjukkan harga emas hari ini di pasar spot berada di sekitar 4.793,97 dollar AS per troy ounce, turun sekitar 1,5 persen dari level akhir pekan lalu.

Sementara itu, berdasarkan data Reuters, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman mendatang naik intraday 1,6 persen di level sekitar 4.818,10 dollar AS per ons.

Harga perak spot rebound 1,6 persen di kisaran 85,98 dollar AS per ounce, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah tiga pekan terakhir di akhir pekan.

Data ini mengikuti pergerakan harga yang sangat liar akhir Januari hingga awal Februari 2026, di mana harga emas mencapai rekor tertinggi di kisaran 5.594,82 dollar AS per ounce, dan perak sempat menghampiri 121,64 dollar AS per ounce pada puncak reli.

Harga emas anjlok sejak awal 2026, di mana pasar logam mulia global mengalami fase supercycle yang jarang terjadi dalam sejarah.

Rely-rely luar biasa

Harga emas dunia menghadapi reli luar biasa yang membawa harganya menembus lebih dari 5.500 dollar AS per ounce, level yang tak pernah terbayangkan beberapa tahun sebelumnya.

Harga perak dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat (30/1), setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

Perak sebelumnya bahkan sempat mencapai dan melampaui angka 100 dollar AS per ounce, menjadikannya salah satu pergerakan terkuat di antara instrumen logam dalam dekade terakhir.

Namun pada pekan terakhir Januari 2026, gambaran pasar berubah drastis, berubah menjadi penurunan tajam yang melampaui koreksi normal.

Harga Emas Antam di Pegadaian 2 Februari 2026: Rp 3,14 Juta per gram.

The Economic Times mewartakan, harga perak mencatat penurunan puluhan persen dalam rentang dua hari terakhir Januari, sementara emas mengalami penurunan mendekati dua digit dari level puncaknya.

Salah satu pemicu sentral anjloknya harga logam mulia yang dikutip oleh media internasional adalah keputusan Presiden AS Donald Trump mengumumkan calon Ketua bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang akan menggantikan Jerome Powell.

Warsh dipandang pasar sebagai sosok dengan kecenderungan kebijakan moneter yang berbeda dari ekspektasi sebelumnya.

Namun gejolak harga logam mulai yang terjadi saat ini diprediksi tidak bekal reda, namun dinamikanya bakal terus berlanjut di tengah situasi geopolitik yang equilibriumnya juga terus berubah.

Untuk itu, segenap pemangku kepentingan, baik pemerintah mau pun dunia usaha harus memantaunya dengan cermat ((Reuters/Kompas.com./ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here