
JAKARTA, KBKNews.id – Kabar gembira menghampiri para investor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini resmi mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham untuk mendistribusikan keuntungan tahun buku 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (12/3/2026), perseroan memutuskan untuk membagikan total dividen senilai Rp41,4 triliun.
Jumlah tersebut mencakup dividen final sebesar Rp336 per lembar saham. Perlu dicatat, angka total ini sudah termasuk dividen interim senilai Rp55 per saham yang telah dikirimkan ke rekening investor pada Desember 2025 lalu.
Pecahkan Rekor Rasio Pembayaran Tertinggi
Keputusan tahun ini tergolong istimewa karena BCA mengalokasikan sekitar 72% dari total laba bersihnya untuk dibagikan kepada pemegang saham (dividend payout ratio/DPR). Angka ini menjadi titik tertinggi dalam sejarah kebijakan dividen perseroan, melampaui kebiasaan historis BCA yang biasanya bermain di kisaran 67% hingga 70%.
Sepanjang tahun 2025, bank dengan kode saham BBCA ini memang mencatatkan performa gemilang dengan raihan laba bersih mencapai Rp57,5 triliun, atau tumbuh positif sebesar 4,9% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu BCA menyetor dividen senilai Rp36,98 triliun dengan rasio 67,4%.
Terobosan Baru di Tahun 2026: Dividen Setiap Kuartal
Tak hanya memberikan kejutan lewat besaran laba yang dibagikan, manajemen BCA juga melempar wacana berani untuk tahun buku 2026. Bank ini berencana mengubah frekuensi pembagian dividen interim menjadi lebih sering guna memberikan nilai tambah yang lebih rutin bagi para investornya.
Jika kondisi fundamental perusahaan mendukung, BCA membuka peluang untuk menyebar keuntungan hingga tiga kali dalam satu tahun, alias dibagikan secara berkala setiap kuartal.
Direktur BCA, Vera Eve Liem, menjelaskan skema baru ini akan bergantung pada persetujuan internal dan kondisi kas perusahaan di masa depan.
“Sebagai informasi tambahan, untuk Tahun Buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, direksi dengan persetujuan dewan komisaris dapat membagikan dividen interim tiga kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal,” ujar Vera Eve Liem di tengah jalannya RUPST.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat mengenai rasa percaya diri manajemen terhadap stabilitas arus kas dan pertumbuhan bisnis perbankan di tengah dinamika ekonomi nasional. Dengan rencana ini, BCA berpotensi menjadi salah satu emiten paling atraktif di bursa bagi para pemburu pendapatan tetap dari saham (dividend hunters).




