
Jakarta, KBKNews.id – Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali diwarnai insiden udara yang melibatkan armada militer Amerika Serikat. Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi salah satu pesawat pengisi bahan bakar udara miliknya, tipe KC-135, telah jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Jumat (13/3/2026).
Kecelakaan ini terjadi di tengah berlangsungnya misi militer skala besar bertajuk Operasi Epic Fury. Ini sebuah operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan posisi Iran. Sebelum dinyatakan jatuh, pesawat tersebut dilaporkan sempat kehilangan kontak dengan menara pengawas saat melintasi zona udara sekutu.
Dua Pesawat Terlibat, Bukan Akibat Kontak Senjata
Dalam pernyataan resminya, pihak Centcom menjelaskan terdapat dua pesawat yang terlibat dalam situasi darurat tersebut. Meskipun salah satu unit harus berakhir di darat dalam kondisi hancur, unit lainnya berhasil menghindari nasib serupa.
“Dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut. Salah satu pesawat jatuh di Irak barat, sementara unit yang kedua berhasil mendarat dengan selamat,” tulis rilis resmi Centcom sebagaimana dikutip hari ini.
Menanggapi spekulasi yang berkembang mengenai penyebab jatuhnya pesawat di zona konflik, otoritas militer Amerika Serikat dengan tegas membantah adanya keterlibatan serangan fisik. Centcom memastikan tragedi ini tidak dipicu oleh serangan proyektil dari pihak lawan maupun kekeliruan tembak (friendly fire) dari pihak kawan.
Operasi Penyelamatan di Medan Sulit
Hingga saat ini, fokus utama militer adalah melakukan evakuasi dan pencarian terhadap para kru yang berada di dalam pesawat KC-135. Detail mengenai jumlah personel serta kondisi mereka belum dirilis secara terperinci ke publik. Hal ini demi kepentingan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di lapangan.
Sebagai informasi, Centcom merupakan garda terdepan pertahanan AS yang membawahi wilayah strategis mulai dari Timur Tengah, Asia Tengah, hingga sebagian Asia Selatan. Komando tempur yang berdiri sejak 1983 ini memegang tanggung jawab besar dalam stabilitas keamanan di kawasan yang kerap mengalami gesekan geopolitik tersebut.
Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan. Tujuannya untuk mengungkap apakah kegagalan mekanis atau faktor cuaca yang menjadi dalang di balik jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar tersebut di wilayah Irak Barat.




