Hari ke-25 Perang Iran vs AS-Israel, Masuki Fase  Krusial

BERDASARKAN hasil perkembangan terkini hingga Senin,  24 Maret, konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel telah memasuki fase krusial dan berkepanjangan.

Situasi semakin memanas di mana Iran dilaporkan sedang menyiapkan “kejutan besar” sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel, sebaliknya AS mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam atau jika tidak, infrastruktur energi listrik di seluruh Iran akan dibombardir.

Selain perang di palagan sesungguhnya, retorika perang guna menaikkan moral pasukan dan rakyat masing-masing juga terus ditabuh.

Presiden AS Donald Trump mengancam Iran untuk membuka Selat Hormuz yang menjadi alur uttama pelayaran tanker pengangkut minyak mentah di kawasan itu dalam 48 jam, sebaliknya Iran mengancam aka menyerang fasilitas AS di seluruh Timur Tengah.

Dalam akun medsosnya, Presiden Trump mengaku sedang berunding dengan pihak Iran di mana kedua belah pihak disebutnya “saling memahami posisi masing-masing”, sehingga ia menunda rencana serangan ke berbagai fasilitas energi listrik utama Iran.

Sebaliknya Iran membantah pihaknya sedang berunding dengan AS, dan saat ini sedang menyiapkan kejutan di medan pertempuran.

IRGC masih menyerang

Sementara itu, di bawah aksi bombardemen  secara masif pesawat-pesawat tempur AS dan Israel, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan terus menggempur basis pertahanan AS-Israel dan Tel Aviv dengan rudal rudal balistik berhulu ledak di atas satu ton dan multi hulu ledak sehingga menyulitkan sistem pertahanan udara Israel.

Beberapa di antara puluhan rudal Iran berhasil dicegat,namun sebagian lolos dan menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.

Media Israel melaporkan, AS menetapkan 9 April 2026 sebagai potensi tanggal berakhirnya fase intensif perang.

Perang memasuki fase baru yang menargetkan obyek non-militer tetapi infrastruktur energi penting, sehingga meningkatkan risiko ekonomi global.

Menurut data Global Firepower 2026, Israel berada di peringkat 15 dunia, sementara Iran di peringkat 16, menunjukkan keseimbangan kekuatan yang ketat dalam pertempuran teknologi dan drone.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk mengakhiri perang setelah perkembangan signifikan, termasuk serangan pada 21 Maret 2026 yang dianggap sebagai titik balik.

Perang ini dimulai setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal pada akhir Februari 2026, dan berlanjut dengan serangan terkoordinasi AS-Israel pada 28 Februari.

Iran menyatakan siap menghadapi perang panjang hingga enam bulan ke depan. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here