MBG akan Dipangkas Jadi 5 Hari, Pemerintah Klaim Hemat Hingga Rp 40 Triliun

Ilustras MBG (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami penyesuaian skema penyaluran sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengurangan frekuensi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, langkah ini merupakan inisiatif dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan bukan pemangkasan sepihak dari pemerintah pusat. Ia menyebut, perhitungan awal menunjukkan potensi penghematan mencapai sekitar Rp 40 triliun per tahun, meski angka tersebut masih bersifat kasar.

“Bukan saya yang memotong, tapi dari BGN sendiri yang melihat masih ada ruang efisiensi dengan kondisi sekarang,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Meski demikian, detail skema penghematan tersebut belum diumumkan secara resmi dan akan disampaikan langsung oleh pihak BGN dalam waktu dekat. Purbaya juga menegaskan bahwa efisiensi ini belum termasuk rencana penghematan lebih besar di kementerian dan lembaga lain.

Sebagai gambaran, total anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp 335 triliun, melonjak signifikan dibanding realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 51,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 255,5 triliun atau 76 persen dialokasikan khusus untuk pemenuhan gizi melalui penyediaan makanan.

Pemerintah memastikan bahwa upaya efisiensi dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, wacana pengurangan hari distribusi tetap memunculkan pertanyaan publik terkait dampaknya terhadap penerima manfaat.

Keputusan final terkait skema ini masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Gizi Nasional.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here