Manisnya Laba Bank Mega, Guyur Pemegang Saham dengan Dividen Rp2 Triliun

Bank Mega memutuskan membagikan dividen tunai fantastis senilai Rp2 triliun. (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Kabar gembira menghampiri para investor PT Bank Mega Tbk (MEGA). Emiten perbankan milik konglomerat Chairul Tanjung ini resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai fantastis senilai Rp2 triliun. Keputusan strategis tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Jumlah dividen yang ditebar ini setara dengan 60% dari total laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp3,36 triliun. Dengan perhitungan tersebut, para pemegang saham akan menerima jatah keuntungan sebesar Rp171,95 untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.

Menjaga Keseimbangan Antara Dividen dan Permodalan

Meski mengalokasikan porsi yang cukup besar untuk pemegang saham, Bank Mega tetap memastikan fondasi keuangannya tetap kokoh. Sisa laba bersih sebesar Rp1,3 triliun akan dialokasikan sebagai laba ditahan (retained earnings). Langkah ini diambil untuk memperkuat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan di masa depan.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menegaskan kebijakan bagi-bagi keuntungan ini telah dikalkulasi dengan matang agar tidak mengganggu ekspansi bisnis bank ke depan.

“Seperti diputuskan di dalam RUPS barusan, Bank Mega akan membagikan dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih Bank Mega tahun 2025 sebesar Rp3,36 triliun. Jadi 60% dari Rp3,36 triliun adalah sekitar Rp2 triliun,” ungkap Kostaman dalam paparan publiknya, Selasa (31/3/2026).

Kondisi Permodalan yang Sangat Sehat

Optimisme manajemen Bank Mega didasarkan pada posisi permodalan yang berada jauh di atas ambang batas regulasi. Per akhir Desember 2025, tingkat CAR Bank Mega tercatat berada di level 30%. Angka ini menunjukkan tingkat kesehatan bank yang sangat prima dalam industri perbankan nasional.

Kostaman meyakini dengan posisi CAR saat ini, pembayaran dividen tidak akan menggerus kemampuan bank dalam menyalurkan kredit maupun menghadapi risiko pasar.

“Tentu pembagian 60% ini tidak akan terlalu mempengaruhi CAR Bank Mega ke depannya,” tegasnya meyakinkan para pemangku kepentingan.

Komitmen Rutin Memberi Imbal Hasil

Langkah Bank Mega kali ini semakin mempertegas reputasinya sebagai salah satu emiten yang rajin memanjakan investor. Jika menilik ke belakang, rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun buku 2024 yang hanya dipatok sebesar 40% (setara Rp1,05 triliun).

Sebelumnya, Bank Mega bahkan pernah mencatatkan rasio pembagian yang lebih agresif, yakni menyentuh angka 70% pada tahun buku 2020, 2021, dan 2022. Konsistensi ini menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang sahamnya di tengah dinamika industri perbankan yang kompetitif.

Dengan kinerja laba yang tumbuh positif dan kebijakan dividen yang royal, Bank Mega terus memposisikan diri sebagai salah satu aset investasi yang menarik di pasar modal Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here