Harga BBM Hong Kong Tembus Rp70.000 per Liter, Jadi yang Termahal di Dunia

Hong Kong secara resmi mencatatkan rekor sebagai wilayah dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) paling mahal di jagat raya. (Foto: Freepik)

Jakarta, KBKNews.id – Dampak perang yang berkecamuk di Timur Tengah kini menjalar hingga ke jantung pusat keuangan Asia. Hong Kong secara resmi mencatatkan rekor sebagai wilayah dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) paling mahal di jagat raya. Lonjakan ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok energi global akibat konflik yang melibatkan Iran di jalur-jalur laut strategis.

Berdasarkan data terbaru, harga bensin di kota pelabuhan ini menyentuh angka fantastis, yakni 15,6 dolar AS per galon. Jika dikonversi dengan kurs Rp17.006, maka warga Hong Kong harus merogoh kocek sekitar Rp265.000 per galon, atau melampaui angka Rp70.000 untuk setiap satu liternya.

Efek Domino dari Selat Hormuz

Melambungnya harga di SPBU Hong Kong merupakan imbas langsung dari ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Konflik tersebut mengancam stabilitas di Selat Hormuz, jalur nadi yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Ketergantungan akut kawasan Asia terhadap impor energi dari Timur Tengah membuat Hong Kong sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Meski hanya 8,4 persen dari total 7,5 juta penduduk Hong Kong yang memiliki kendaraan pribadi, efek domino dari kenaikan ini tetap memukul seluruh lapisan masyarakat melalui jalur logistik.

Pekerja Sektor Informal Terhimpit

Kenaikan harga energi ini bukan sekadar angka di papan pengumuman SPBU, melainkan beban nyata bagi para pelaku ekonomi gig. Biaya distribusi barang dan jasa melonjak tajam, memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi yang tak terkendali.

Seorang kurir layanan pesan antar makanan di Hong Kong mengungkapkan kegelisahannya atas situasi yang kian mencekik.

“Biaya operasional untuk mengantar pesanan terus membengkak, sementara pendapatan kami tidak ikut naik. Kami terjepit di tengah biaya transportasi yang sudah tidak masuk akal ini,” keluhnya.

Eksodus “Isi Bensin” ke China Daratan

Menghadapi harga yang mencekik, warga Hong Kong mulai memutar otak. Fenomena unik kini muncul. Warga berbondong-bondong menyeberang ke kota-kota di China daratan, seperti Shenzhen, hanya untuk mengisi tangki bahan bakar mereka.

Di Shenzhen, harga bensin bisa ditemukan hanya sepertiga dari harga yang berlaku di Hong Kong. Tak hanya soal bensin, tren ini meluas ke belanja kebutuhan pokok. Warga lebih memilih menghabiskan uang mereka di luar kota demi mendapatkan harga yang lebih manusiawi.

Para pengamat ekonomi mengkhawatirkan tren ini akan melemahkan daya beli di dalam negeri dan memperberat pemulihan ekonomi Hong Kong di masa depan. Jika ketegangan di Timur Tengah tak kunjung mereda, rekor harga BBM di Hong Kong diprediksi masih akan terus membayangi aktivitas ekonomi warga.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here