JAKARTA, KBKNEWS.id – Seorang ibu muda bernama Nina Saliha (27) nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.
Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah video pengakuannya menyebar luas.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 8 April 2026. Nina mengaku, jika dirinya terlambat beberapa menit saja, kemungkinan besar bayinya sudah hilang.
Saat itu, bayi Nina dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan dijadwalkan pulang pada hari yang sama. Sejak pagi, Nina telah memandikan dan mengganti pakaian bayinya, lalu menunggu dokter bersama sang suami sekitar pukul 07.00 WIB.
Namun, proses kepulangan tak langsung dilakukan karena dokter masih menangani pasien lain. Merasa harus menunggu cukup lama, Nina dan suaminya memutuskan keluar sebentar untuk mencari makan.
Setelah kembali ke ruang NICU, Nina berpapasan dengan seorang perempuan yang sedang menggendong bayi. Ia merasa selimut yang digunakan bayi tersebut mirip dengan milik anaknya. Rasa curiga membuatnya segera memeriksa ke dalam ruangan NICU.
Betapa terkejutnya Nina saat mendapati bayinya sudah tidak berada di inkubator.
Ia pun langsung mengejar perempuan tersebut. Setelah memastikan wajah bayi yang digendong, Nina yakin itu adalah anaknya.
Nina kemudian berteriak memanggil perawat. Ia juga mendapati gelang identitas bayinya telah dilepas. Menurut penuturannya, perawat yang memberikan bayi tersebut mengatakan sudah memanggil dirinya tapi tak kunjung datang.
“Kenapa dipanggil nggak ada harus dikasih ke orang lain bayinya? Ini tuh anak bukan barang,” ujarnya.
Setelah kejadian itu, Nina diminta melapor ke petugas keamanan. Di hari yang sama, ia bersama suaminya akhirnya diperbolehkan pulang dengan bayinya.
Nina mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Bahkan, ia sempat diminta untuk tidak menangis atau berteriak oleh pihak perawat.
“Gimana nggak nangis, itu anak saya di tangan orang lain yang mau pergi,” ucapnya.
Menanggapi insiden ini, pihak RSHS Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien.
Manajemen rumah sakit menyatakan akan melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Pihak RSHS juga menyebut telah menemui Nina dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Meski demikian, Nina berharap kejadian serupa tidak terulang kembali pada pasien lain. “Agar jangan sampai terulang lagi ke siapa pun,” katanya.




