
PARA wakil Amerika SerikatĀ danĀ Iran siap bertemu di Islamabad, Pakistan akhir pekan ini untuk menegosiasikan gencatan senjata yang disepakati Selasa lalu (7/4), walau Israel masih terus menggempur habis-habisan posisi milisi Hizbullah di Lebanon.
Delegasi AS seperti dilaporkan CNNI (10/4) akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance, diikuti Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan menantu sekaligus penasihat senior Donald Trump Jared Kushner.
Sedangkan Iran bakal dipimpin ketua parlemen sekaligus eks Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Bagher Ghalibaf dan Menlu Abbas Araghchi. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Teheran siapa saja yang mereka kirim untuk perundingan.
Beberapa sumber mengatakan pembicaraan gencatan senjata kemungkinan akan digelar besok, Sabtu (11/4). Gedung Putih juga mengonfirmasi perundingan akan digelar Sabtu pagi waktu setempat, namun, para pejabat Pakistan mewanti-wanti tak ada yang pasti hingga seluruh anggota delegasi tiba di Islamabad.
Duta Besar Iran untuk Pakistan sempat mengatakan di media sosial, sebelum akhirnya dihapus, delegasi akan tiba di Islamabad pada 9 April malam, dan delegasi AS diperkirakan akan tiba di Pakistan malam ini, demikian dikutip Al Jazeera.
Salah satu sumber yang mengetahui negosiasi itu mengatakan pembicaraan kemungkinan berlangsung selama “beberapa hari mengingat kompleksitas masalah.”
Sumber itu juga menyebutkan format negosiasi bisa terjadi secara langsung atau melalui perantara.
“Kedua pihak juga akan duduk berhadapan langsung, dan mengadakan pembicaraan terpisah dengan pihak Pakistan,” kata dia, dikutip Anadolu Agency, Kamis.
Sumber lain menyebut pembicaraan langsung mungkin terjadi “tidak lebih dari dua hingga tiga hari karena masalah keamanan.”
Dewan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya menyatakan pembicaraan bisa berlanjut hingga 15 hari. Ini menunjukkan setidaknya beberapa anggota delegasi kemungkinan tetap berada di Islamabad setelah hari Sabtu.
AS-Iran berada di meja perundingan dengan perbedaan yang cukup besar. Dalam usulannya, Teheran meminta penarikan seluruh pasukan AS dari Timur Tengah, menghentikan serangan terhadap mereka beserta proksi, dan mengendalikan Selat Hormuz.
Iran sebut AS langgar tiga poin gncatan senjata
Sbaliknya,Iran juga menyebut AS melanggar tiga poin gencatan di antaranya sekutu mereka menyerang Lebanon, menembakkan rudal ke wilayah udara Iran, hingga penyangkalan atas hak pengayaan uranium Iran.
AS sementara itu menuntut Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium dan menyerahkan seluruh uranium itu ke Washington. Tuntutan yang pasti ditolak Teheran.
Masalah lain yang kemungkinan jadi perdebatan alot adalah serangan Israel ke Lebanon. Sejak awal Maret, negara ini jadi sasaran brutal Israel usai milisi Hizbullah meluncurkan operasi balasan imbas Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.
Sejak saat itu, gempuran Israel menjadi-jadi. Di hari AS-Iran mengumumkan gencatan senjata saja, pasukan Zionis tetap menggempur Lebanon.
PM Israel Ā Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mendukung penuh keputusan Trump soal gencatan. Namun, dia membantah Lebanon tak termasuk dalam pihak kesepakatan ini, padahal PM Pakistan Shehbas Sharif selaku mediator dan tuan rumah Ā mengatakan secara jelas bahwa gencatan senjata Ā mencakup Lebanon.
“Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, dan “berlaku segera,” kata Sharif.
Di kancah negosiasi pun para pihak yang berteteru pasti akan menyampaikan tuntutan yang bakal menguntungkan pihaknya masing-masing, baru nanti tarik-ulur sebelum dicapai win-win solution dalam proses tawar-menawar (CNNI/al-Jazeera/ns).




