JAKARTA – Tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia menurut Presiden Joko Widodo telah menurun dan indikator kesejahteraan sosial Indonesia dalam dua tahun terakhir ini juga menurutnya menunjukkan peningkatan.
Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menyampaikan RAPBN Tahun 2017 di Senayan, Jakarta, Selasa, (16/8/2016).
“Data pada Maret tahun 2016 menunjukkan tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86 persen. Tingkat ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio juga berhasil dikurangi menjadi 0,40. Tingkat pengangguran berhasil diturunkan menjadi 5,5 persen,” katanya, sebagaimana dilansir PR.
Menurunnya tingkat kemiskinan dikarenakan pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stimulus fiskal di tengah tekanan melambatnya laju perekonomian global telah mulai menuai hasil.
“Pada triwulan kedua 2016, sektor-sektor terbesar seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor industri 7 pengolahan, dan sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan triwulan pertama 2016,” tuturnya.
Di sisi lain, ungkap Presiden, inflasi yang memengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat relatif terkendali. Realisasi inflasi Juli tahun ini merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir.
“Laju inflasi Juli 2016 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2015, tercatat sebesar 3,21 persen sehingga inflasi kumulatif bulan Januari sampai Juli 2016 sebesar 1,76 persen,” katanya.





