JAKARTA, KBKNEWS.id — Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah melatih 22 Kader Pos Gizi Terpadu di Aula Balai Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Rabu (22/4/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan kader yang telah dilakukan pada bulan sebelumnya. Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas teknis kader agar pelaksanaan Pos Gizi Terpadu berjalan lebih optimal di tingkat desa.
Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati, menegaskan bahwa kader memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan di masyarakat.
“Pelatihan ini penting untuk memperkuat peran kader. Dengan kedekatan mereka dengan warga, kader diharapkan mampu mengidentifikasi masalah kesehatan sejak dini serta menjadi penghubung antara masyarakat dan layanan kesehatan,” ujar Titi.
Sebanyak 22 kader mengikuti pelatihan ini dengan mendapatkan pembekalan keterampilan teknis, mulai dari pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), kunjungan rumah, kegiatan Pos Gizi, hingga monitoring dan evaluasi program. Materi disampaikan oleh Tim Program LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Intan Khoirunnisa dan Siti Nur Rahmah.
Kepala Desa Lembupurwo, Cokro Aminoto, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program Pos Gizi Terpadu penting untuk mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di wilayahnya.
Selain itu, kader juga mendapatkan pembekalan mengenai alur pengajuan layanan melalui Health Emergency Desk (HED) dari Officer RDK dan Advokasi Jamkes, Agung Dwi Fahmarizqi.
Pemahaman ini diharapkan membantu kader dalam mengarahkan warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Program Pos Gizi Terpadu mengusung pendekatan positive deviance, yakni mendorong perubahan perilaku melalui praktik baik yang sudah ada di masyarakat.
Intervensi difokuskan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase krusial yang menentukan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.
Melalui program ini, LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah mendorong keluarga untuk menerapkan pola asuh dan pola makan sehat berbasis sumber daya lokal, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga status gizi anak.
Dengan penguatan kapasitas ini, para kader diharapkan mampu menjalankan pendampingan secara konsisten, memperkuat edukasi keluarga, dan berkontribusi dalam menekan angka stunting di Desa Lembupurwo secara berkelanjutan.





