JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa memberangkatkan delegasinya ke Turki untuk bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Delegasi tersebut, Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu, akan menjadi bagian dari kontingen laut bersama peserta internasional lainnya.
Misi ini bertujuan menembus blokade Gaza dan membuka jalur bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Lebih dari 80 kapal sipil dari berbagai negara terlibat dalam inisiatif global ini, yang juga menjadi simbol solidaritas terhadap krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
“Ini merupakan gerakan global dari masyarakat dunia untuk memperjuangkan kemanusiaan di Palestina,” ujar Herman. Ia menambahkan bahwa jalur laut menjadi alternatif di tengah terbatasnya akses bantuan.
Perjalanan GSF 2.0 dimulai dari Barcelona pada 12 April, kemudian bergabung dengan armada dari Italia pada 26 April. Selanjutnya, konvoi bergerak menuju Yunani dan Turki sebagai titik konsolidasi sebelum mendekati perairan Gaza.
Selain konvoi laut, misi ini juga diperkuat melalui jalur diplomasi. Pada 22 April, Kongres Parlemen di Brussel mempertemukan anggota parlemen, aktivis, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara untuk mendorong tekanan internasional terhadap blokade Gaza.
“Palestina sangat membutuhkan perhatian kita semua,” kata Bambang Nuroyono dari GPCI.
Di sisi lain, konvoi darat juga disiapkan dari Mauritania menuju Libya sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza, dengan melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara.
Perwakilan GPCI, Jajang Nurjaman, menegaskan keterlibatan Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap nilai kemanusiaan global.
Sementara itu, Ronggo Wirasanu berharap dukungan masyarakat Indonesia agar misi ini berjalan lancar dan dapat membuka akses bantuan bagi Gaza.





