Jemaah Haji Wafat di Madinah Bertambah Jadi 7 Orang, Ribuan Alami Gangguan Kesehatan

Makam Baqi di Madinah. (Foto: MCH2024)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Madinah, Arab Saudi, kembali bertambah menjadi tujuh orang hingga Sabtu, 2 Mei 2026.

Dua jemaah yang terbaru dilaporkan wafat adalah Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda.

Keduanya menambah daftar jemaah yang lebih dulu meninggal di Tanah Suci.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah, Mohammad Hasan Afandi, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para jemaah. “Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Sebelumnya, lima jemaah lain yang meninggal yakni Nursidah (58) asal Gowa, Kamariah Dul Tayib (85) dari Surabaya, Rodiah (68) dari Solo, Tukiman (51) asal Bengkulu, serta Dawanus Mahmud Muhammad Hasim (51) dari Batam.

Di tengah kabar duka tersebut, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian. Hingga 2 Mei 2026, tercatat 5.576 jemaah menjalani rawat jalan di Madinah.

Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka 4.246 orang.

Selain itu, sebanyak 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 125 lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 39 jemaah masih dirawat hingga saat ini.

Secara keseluruhan, operasional haji telah memasuki hari ke-12. Pemerintah mencatat sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) dengan total 68.082 jemaah dan 697 petugas telah diberangkatkan ke Madinah.

Sebagian jemaah juga sudah bergerak ke Mekkah. Tercatat 19 kloter dengan 7.387 jemaah serta 76 petugas telah lebih dulu tiba untuk melaksanakan umrah sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Pemerintah mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik, terutama menghadapi suhu panas di Arab Saudi. Jemaah diminta mengatur aktivitas, memperbanyak minum air, serta segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan.

“Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tutur Hasan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here