Dunia Menanti Prospek Damai AS – Iran

Sekitar 90 -juta penduduk Iran menanti dan berharap pendekatan menuju perundingan yang dilakukan AS dan Iran membuahkan hasil.

DUNIA dan pasar global tengah menanti keputusan Iran dalam merespons tawaran kesepakatan damai yag diajukan Amerika Serikat (AS).

AS seperti dilansir AFP/CNN telah mengajukan tawaran kesepakatan terbaru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Sementara itu, Jubir Kemlu Iran Esmaeil Baqaei mengonfirmasi bahwa proposal dari AS saat ini masih dalam pengkajian. “Usulan AS masih dalam peninjauan dan Teheran akan menyampaikan posisinya kepada mediator Pakistan setelah memfinalisasi pandangan kami,” ujar Baqaei dilansir AFP, Kamis (7/5).

Selain itu, Presiden AS Donald Trump menunjukkan optimisme meski tetap menyelipkan peringatan keras kepada Teheran.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan, Rabu (6/5).
Namun, dia tetap mengancam bahwa AS akan kembali melakukan pengeboman jika Iran menolak tuntutan Washington.

Diberitakan sebelumnya, Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar Iran bisa kembali ke meja negosiasi.

“Tujuannya adalah menangani isu-isu yang lebih sulit pada tahap berikutnya,” kata sumber dari pemerintahan sebagaimana dilansir CNN.

Di sisi lain, Gedung Putih menerima laporan positif dari mediator Pakistan pada Selasa bahwa pihak Iran mulai bergerak ke arah kompromi.

Namun, dua pejabat pemerintahan AS yang dikutip CNN tetap berhati-hati terhadap optimisme tersebut.

Menurut seorang sumber yang mengetahui isi pembahasan internal, terdapat rancangan dokumen satu halaman yang menjadi inti pembicaraan.

Dokumen itu disebut akan menyatakan berakhirnya perang, sekaligus membuka periode negosiasi selama 30 hari untuk menyelesaikan isu-isu krusial seperti program nuklir, pembekuan aset Iran, serta masa depan keamanan di Selat Hormuz.

Rancangan tersebut juga memuat usulan moratorium atau penangguhan pengayaan uranium lebih dari 10 tahun, lebih singkat dibanding proposal sebelumnya dari AS yang mencapai 20 tahun.

Selain itu, Iran juga diminta mengirim stok uranium yang telah diperkaya tinggi ke luar negeri, meski detail teknisnya masih dinegosiasikan.

Pendekatan yang dilakukan kedua belah pihak, paling tidak membuat eskalasi ketegangan mereda, sebaliknya langkah menuju perdamaian mulai berpendar. (AFP/CNN/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here