Temu Presiden Trump dan Presiden Xi, Bahas Apa?

Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden China X JInping akan bertemu di Beijing, Kamis (14/5), kemugkinan akan membahas isu blateral kedua negar dan isu global terutama Perang AS vs Iran (foto: reuters)

DUA pemimpin negara adidaya di kutub yang berbeda, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Beijing pekan depan.

The New York Times (10/5) melaporkan, Presiden Trump dan Presiden Xi dalam pertemuan dua hari mulai Kamis (14/5) diperkirakan akan membahas isu utama yakni Perang AS vs Iran, sengketa dagang AS dan China, isu Taiwan yang siap direbut kembali oleh China , dan poin-poin perselisihan lainnya.

Trump dan Xi terakhir kali bertemu di Korea Selatan, Oktober tahun lalu yang berhasil mencapai kesepakatan untuk menghentikan sementara perang dagang AS-China.
Kunjungan pekan depan juga dapat menentukan apakah gencatan senjata AS-Iran akan bertahan.

Semula AS dan Iran mencapai gencatan senjata selama dua minggu antara sampai 22 April yang kemudian diperpanjang sepihak oleh AS tanpa batasan waktu.

Dikutip dari NYT, Sabtu (9/5), Trump dan Xi kemungkinan akan membahas perdagangan, termasuk kemungkinan investasi di negara masing-masing.
“5B” untuk komoditi ekspor unggulan AS

Washington telah menekankan apa yang disebut analis sebagai “5B”, yakni termasuk pembelian pesawat Boeing oleh China, daging sapi dan kedelai AS, serta pembentukan dewan investasi dan dewan perdagangan.

Dalam konteks hubungan AS dan China term “5B” merujuk pada lima komoditas ekspor utama Amerika Serikat yang menjadi fokus tuntutan Washington dalam perundingan perdagangan dengan Beijing.

Jelasnya, Istilah “5B’ mencakup:
-Boeing: Pembelian pesawat terbang dari perusahaan AS.
-Beef (Daging Sapi): Akses pasar dan volume impor daging sapi AS ke China.
-Beans (Kedelai): Pembelian biji kedelai dalam jumlah besar oleh China.
-Barley (Jelai): Akses pasar untuk tanaman jelai.

Kedua entitas tersebut akan mengatur area pertukaran ekonomi antara AS dan China yang tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional.

Sementara, pihak China telah menekankan “3T”, yakni tarif, teknologi, dan Taiwan.
Beijing kemungkinan akan mendorong perpanjangan gencatan senjata perdagangan tahun lalu dan pelonggaran kontrol ekspor pada semikonduktor canggih yang dibutuhkan China untuk meningkatkan sektor industrinya.

Presiden Xi Jinping kemungkinan akan mendorong Trump untuk mengurangi dukungan AS terhadap Taiwan, sebaliknya Presiden Trump diperkirakan akan meminta Beijing untuk membujuk Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Kedua pihak juga diperkirakan akan membahas kerja sama dalam mengelola risiko terkait kecerdasan buatan.

Presiden Trump mengatakan, dia akan mengangkat kasus aktivis demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada Februari karena kolusi dan penghasutan.

Isu-isu lain termasuk peningkatan senjata nuklir China, keamanan di Laut China Selatan, dan pengurangan aliran fentanyl ke AS. (NYT/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here