TRIPOLI, LIBYA– Sebanyak tujuh delegasi asal Indonesia resmi memulai langkah perdana mereka dalam rangkaian pelatihan intensif Global Sumud Flotilla Land Convoy yang diselenggarakan di Libya, Sabtu (9/5/2026). Mereka berniat berkonvoi melalui darat menuju Gaza, Palestina.
“Delegasi Indonesia yang terdiri dari relawan dan aktivis kemanusiaan ini hadir membawa amanah serta dukungan masyarakat Indonesia untuk Palestina, khususnya warga Gaza yang masih menghadapi situasi krisis kemanusiaan,” ujar salah satu delgasi asal Dompet Dhuafa, Imam Alfaruq.
Keikutsertaan delegasi ini merupakan bagian dari persiapan krusial sebelum dimulainya perjalanan panjang misi kemanusiaan darat yang bertujuan menembus blokade demi menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza, Palestina.
Pelatihan ini dirancang sebagai fondasi utama bagi para peserta sebelum konvoi bergerak melintasi wilayah Libya dan Mesir. Mengingat medan yang akan ditempuh memiliki tantangan geografis dan keamanan yang kompleks, pembekalan ini menjadi syarat mutlak. Para delegasi tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai protokol internasional dalam misi kemanusiaan lintas negara.
Sebelumnya, konvoi laut GSF mendapat perlakuan semena-mena dari pasukan Israel. Ratusan aktivis sempat diculik sebelum akhirnya dibebaskan. Namun, ada dua aktivis yang ditahan lebih dari seminggu yakni Saif Abu Keshek dan Thiago Avila.
Keduanya, ditahan oleh Israel pada 29 April saat berlayar bersama armada GSF menuju Gaza. Pasukan Israel mencegat armada bantuan tersebut di perairan internasional dekat Kreta, Yunani, ratusan kilometer jauhnya dari pesisir pantai Israel.
“Kami mengajak semua yang melakukan konvoi darat bersemangat untuk melakukan tugasnya masing-masing,” ujar Saif Abu Keshek usai dibebaskan.





