KAIRO, KBKNews.id – Perjalanan KBKNews di Mesir pada awal Mei 2026 mendapat banyak pengalaman menarik. Salah satunya, aspirasi dari mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana.
Sedikitnya ada 22.000 mahasiwa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Mesir, di Universitas Al Azhar. Dinamika banyak terjadi di lapangan.
Berikut ini lima keresahan utama beberapa mahasiswa saat ditemua KBKNews beberapa waktu lalu, sepertu dirangkum, Senin (25/6/2026):
1. Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual beberapa kali menimpa mahasiswi perempuan yang sedang belajar. Kejadian berungkali ini tidak jarang hanya berakhir ‘damai’. Korban memerlukan pendampingan hukum yang memadai.
Koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir sudah dilakukan. Namun, banyak kasus belum maksimal penanganannya.
2. Biaya Kesehatan Tinggi
Beberapa kasus mahasiswa yang jatuh sakit menjadi sorotan. Jauh dari orang tua, membuat beberapa mahasiswa tidak bisa mengelola stres hingga jatuh sakit.
Layanan kesehatan yang memadai dianggap masih mahal. Beberapa kali kasus diduga salah diagnosia dokter berakibat fatal hingga berakhir korban jiwa. Pada 2026, setidaknya ada empat mahasiswa di Mesir yang meninggal.
3. Keluarga Kesulitan Pulangkan Jenazah
Keluarga mahasiswa yang meninggal banyak yang menginginkan anaknya dipulangkan. Namun, biayanya mencapai lebib dari Rp60 juta.
Biaya itu tentu sangat mahal bagi keluarga mahasiswa, terutama yang berasal dari golongan yang tidak mampu. Sebetulnya, ada jalan keluar memakamkan jenazah di Mesir tapi tidak semua keluarga setuju.
4. Akses Pekerjaan
Banyak mahasiswa S-1 bahkan S-2 dari Mesir kesulitan mendapat pekerjaan yang layak di Indonesia. Bahkan beberapa ada yang harus menganggur.
Mahasiswa membutuhkan bimbingan dari profesional untuk bisa mengembangkan diri lebih baik. Keluhan ini sudah beberapa kali disuarakan tapi sangat kompleks untuk mencari solusinya.
5. Beasiswa Pendidikan
Secara umum, berkuliah di Al Azhar gratis. Biaya hidup di Kairo, Mesir juga sangat terjangkau.
Namun, mahasiswa masih membutuhkan beasiswa untuk kehidupan sehari-hari. Beberapa mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan bantuan finansial.
Sudah ada beberapa bantuan, tapi nilainya masih belum maksimal. Bantuan beasiswa masih menjadi prioritas utama yang diinginkan mahasiswa Indonesia.
Fasilitas kontras berbeda dengan mahasiswa Malaysia yang banyak dibantu negaranya. Apartemen bahkan tidak jarang shuttle bus juga disediakan untuk mahasiswa Malaysia yang belajar di Mesir.
Jadi, semoga aspirasi mahasiswa Indonesia ini bisa menjadi sorotan dan dicari solusinya. Setiap tahun, ribuan mahasiswa belajar ke Mesir dan membutuhkan uluran tangan agar bisa mendapatkan masa depan yang diinginkan.





