Women Empowerment Bali Edition, Dompet Dhuafa Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi

JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa menggelar acara Women Empowerment Bali Edition di The Keranjang Bali, Kuta, Bali, Sabtu (09/05/2026).

Mengusung konsep mini talkshow, kegiatan ini mempertemukan perempuan pengusaha, pegiat sosial, komunitas, hingga anak-anak yatim dalam gerakan pemberdayaan ekonomi bertajuk Belanja Bareng Yatim.

Acara yang berlangsung pukul 15.30–18.00 WITA tersebut dihadiri media, content creator, komunitas perempuan, serta pegiat sosial di Bali. Sebanyak 20 anak yatim binaan Dompet Dhuafa turut hadir dan menerima santunan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan kesejahteraan mereka.

Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara perempuan, komunitas, dan pelaku usaha dalam mendorong pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

“Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi concern pada pemberdayaan perempuan di berbagai aspek. Kami menginisiasi beragam program pemberdayaan yang menggerakkan sosial ekonomi masyarakat seperti batik lurik dan peningkatan keterampilan perempuan,” ujar Etika.

Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena sekitar 65 persen penggerak UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Karena itu, Dompet Dhuafa berkomitmen mendukung perempuan agar terus berkembang dan mandiri secara ekonomi.

Pendiri The Keranjang Bali sekaligus Owner Batik Trusmi, Sally Giovanny, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami buka ruang bagi komunitas untuk berjejaring, belajar, sekaligus berbagi dengan adik-adik yatim. Semoga ini jadi gerakan yang menular,” kata Sally.

Sally juga membagikan pengalamannya membangun The Keranjang Bali di tengah tantangan pandemi. Ia menilai inovasi dan kolaborasi menjadi kunci agar pelaku usaha dan UMKM dapat bertahan dan berkembang.

“Mental yang kuat adalah kunci. Bisnis memang tidak mudah, tapi berjuang dan berinovasi adalah hal yang harus dilakukan agar bisa bertahan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, penerima manfaat program Dompet Dhuafa, Mary Ellen Barkey, turut berbagi kisah membangun usaha peternakan ayam dengan pendekatan inovatif. Ia menekankan pentingnya keberanian mencoba hal baru dalam mengembangkan usaha kecil.

“Kami mulai dengan usaha kecil, tetapi kami selalu memastikan untuk membuat ayam kami bahagia. Tidak ada usaha yang mudah, tetapi yang penting adalah berinovasi dan tidak takut mencoba hal baru,” ungkap Mary.

Acara kemudian ditutup dengan kegiatan Belanja Bareng Yatim, di mana peserta, narasumber, dan anak-anak yatim bersama-sama memilih produk di The Keranjang Store. Seluruh hasil penjualan dari kegiatan tersebut akan didonasikan untuk program pendidikan yatim Dompet Dhuafa.

Program Women Empowerment Bali Edition menjadi bagian dari rangkaian inisiatif Dompet Dhuafa dalam memperluas peran perempuan sebagai agen perubahan di bidang ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here