JAKARTA, KBKNEWS.id – Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai kritik usai video penilaian juri viral di media sosial.
Dalam video tersebut, juri dianggap memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang dinilai sama oleh peserta.
Peristiwa itu terjadi saat Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota BPK. Juri memberikan nilai minus lima karena jawaban dianggap tidak lengkap lantaran tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Namun tak lama kemudian, Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa dan justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Keputusan tersebut sempat diprotes peserta SMAN 1 Pontianak karena merasa jawaban mereka tidak berbeda.
Setelah peserta melayangkan protes, salah satu juri lainnya mengimbau pada peserta untuk mengucapkan jawaban dengan artikulasi yang jelas agar juri tidak salah paham.
Potongan video itu kemudian ramai diperbincangkan warganet dan memicu kritik terhadap objektivitas penilaian lomba.
Menanggapi polemik tersebut, MPR RI menyatakan akan mengevaluasi sistem penilaian LCC Empat Pilar.
Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.





