KAIRO, KBKNews.id – Koalisi kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) akan kembali menempuh perjalanan tahap akhir menuju Jalur Gaza. Tujuannya, guna memberikan bantuan langsung kepada penduduk yang terisolasi.
Sebanyak 54 kapal dari berbagai ukuran dan jenis dijadwalkan bertolak dari pelabuhan di Turki, Kamis (14/5/2026). Keberangkatan ini membawa pesan solidaritas yang kuat dari masyarakat sipil dunia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Armada ini membawa hampir 500 partisipan yang berasal dari 45 negara berbeda. Keberagaman latar belakang para relawan ini menunjukkan bahwa isu kemanusiaan di Gaza telah menjadi perhatian global yang melintasi batas-batas negara dan budaya.
Pengumuman ini muncul di tengah situasi yang penuh ketegangan. Pihak penyelenggara mengungkapkan bahwa para aktivis sebelumnya telah menghadapi berbagai tantangan berat, termasuk tuduhan mengenai serangan, penculikan, dan penyiksaan oleh pasukan Israel (IOF) di perairan internasional.
Meskipun menghadapi ancaman fisik dan tekanan politik, semangat para relawan tampak tidak surut.
Target ketibaan armada di Gaza dijadwalkan pada hari Sabtu, 16 Mei 2026. Tanggal tersebut dipilih secara sengaja karena berdekatan dengan peringatan Hari Nakba, sebuah momen bersejarah yang diperingati oleh warga Palestina sebagai hari pengungsian besar-besaran mereka.
Salah satu tokoh yang baru saja dibebaskan, Saif Abukeshek, memberikan pernyataan kuat mengenai signifikansi waktu misi ini. Menurutnya, tujuan kedatangan mereka bukan sekadar untuk memperingati hari bersejarah tersebut, melainkan untuk melakukan aksi nyata dalam mengubah realitas di lapangan.
Aksi ini juga didukung oleh berbagai gerakan protes yang meletus di seluruh dunia bertepatan dengan peringatan Nakba. GSF berharap keberadaan mereka di laut dapat menjadi katalisator bagi gerakan kesadaran internasional yang lebih luas untuk menuntut diakhirinya pengepungan Gaza.





