JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa kembali memperluas distribusi Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah hingga ke Palestina dan sejumlah negara yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.
Program ini menjadi bentuk solidaritas lintas batas bagi masyarakat terdampak perang dan keterbatasan pangan.
Untuk distribusi kurban ke Palestina, proses penyembelihan tidak dilakukan langsung di Gaza.
Dompet Dhuafa memilih India sebagai lokasi pemotongan dengan menggunakan kerbau sebagai hewan utama karena faktor keamanan serta keterbatasan hewan ternak di wilayah konflik.
Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, mengatakan daging hasil pemotongan akan dikirim dalam bentuk frozen meat atau daging beku ke sejumlah wilayah pengungsian Palestina seperti Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yordania, Turki, hingga Mesir.
“Pemotongan dilakukan di India lalu dikirim ke Palestina dan wilayah pengungsi karena mempertimbangkan keamanan serta ketersediaan hewan kurban di Gaza,” ujar Syamsul.
Selain daging beku, sebagian daging kurban juga akan diolah menjadi daging kaleng di pabrik yang berada di Mesir dan Dubai. Produk ini diprioritaskan untuk distribusi ke Gaza karena memiliki masa simpan lebih lama dan dinilai lebih efektif menghadapi tantangan logistik bantuan kemanusiaan.
Dompet Dhuafa menyiapkan dua jenis produk kaleng, yakni pure meat berupa daging utuh siap santap dan meat with sauce yang telah dibumbui sesuai selera masyarakat Palestina. Kedua produk dapat langsung dikonsumsi setelah dipanaskan.
Program THK tahun ini juga menyasar tujuh negara yang menghadapi krisis kemanusiaan, yakni Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Lebanon, Yordania, dan Sudan melalui kerja sama dengan mitra global.
Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa menargetkan sedikitnya 142 ekor kerbau untuk Palestina. Namun jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat hingga 300 ekor agar manfaat kurban menjangkau lebih banyak pengungsi Palestina di berbagai negara.





