JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Press Touring Kurban Series 1447 H dengan mengajak sekitar 30 jurnalis dari berbagai media meninjau langsung kesiapan hewan kurban di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) itu bertujuan memperlihatkan transparansi pengelolaan dana zakat sekaligus memperkenalkan program pemberdayaan peternak lokal yang dijalankan Dompet Dhuafa di kawasan lereng Gunung Merbabu.
Rombongan media berangkat dari Jakarta sehari sebelumnya dan tiba di lokasi pada malam hari. Acara kemudian dibuka oleh Officer Media Relation Dompet Dhuafa, Bani Kiswanto, serta dihadiri Kepala Desa Tolokan Dwi Wahono dan dokter hewan dari Puskeswan Getasan, Drh. Hermanto.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara), lanjutan dari sentra ternak DD Farm yang dirintis sejak 2021.
Menurut Zaini, Dompet Dhuafa ingin manfaat program peternakan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat desa melalui bantuan ternak dan pendampingan.
“Tahun 2026 ini ada 50 ekor domba di Desa Tolokan dan 50 ekor domba di Kendal yang mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa Farm,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan dana zakat diupayakan memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Dana zakat yang kami kelola tidak hanya dirasakan sekali, tetapi terus bergulir dan berkelanjutan,” kata Zaini.
Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono, menyebut mayoritas warga di wilayahnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan. Ia menilai program Dompet Dhuafa membantu meningkatkan kemampuan peternak lokal.
“Dulu peternak di sini masih tradisional, sekarang mulai memahami manajemen ternak yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Drh. Hermanto memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di lokasi dalam keadaan baik. Ia mengatakan vaksinasi rutin terus dilakukan untuk mencegah penyakit seperti PMK.
“Alhamdulillah kondisi domba sehat dan pertumbuhannya bagus,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan jelajah kandang di sejumlah titik peternakan.
Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan peternak mengenai proses penggemukan hingga tantangan dalam mengelola bantuan ternak.
Salah satu jurnalis peserta kegiatan menilai transparansi seperti ini penting agar masyarakat mengetahui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf benar-benar dimanfaatkan untuk pemberdayaan umat.
Kegiatan ditutup pada siang hari sebelum rombongan kembali ke Jakarta. Dompet Dhuafa berharap program kurban berbasis pemberdayaan tersebut dapat memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.





