
JAKARTA, KBKNEWS.id – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan damai yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi global.
Sentimen positif tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia. Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengonfirmasi adanya kesepakatan yang bertujuan mengakhiri pertempuran.
Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), harga minyak mentah Brent turun 45 sen atau 0,5 persen menjadi US$80,51 per barel. Sebelumnya, pada Senin, harga minyak telah merosot hampir 5 persen dan mencatat penutupan terendah sejak 4 Maret 2026.
Pasar menyambut baik rencana pembukaan kembali Selat Hormuz karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia.
Jika kembali beroperasi normal, ketersediaan pasokan minyak global diperkirakan akan meningkat.
Meski demikian, para analis menilai pemulihan pasokan tidak akan terjadi secara instan. Analis Morgan Stanley memperkirakan dibutuhkan beberapa minggu untuk memulihkan arus kapal tanker dan distribusi energi secara penuh.
“Mungkin akan memakan waktu beberapa minggu untuk memulihkan arus kapal tanker. Kami memperkirakan 50 persen produksi akan kembali pada September dan 80 persen pada Desember,” tulis analis Morgan Stanley seperti dikutip Reuters.
Hingga kini, rincian kesepakatan antara AS dan Iran belum dipublikasikan. Karena itu, pasar masih menanti kepastian lebih lanjut terkait implementasi kesepakatan tersebut dan dampaknya terhadap pasokan energi global.




