
DOMINASI supremasi kekuatan udara yang sebelumnya dipegang Amerika Serikat danĀ Rusia, agaknya bakal goyah, dikejar atau paling tidak dibayang-bayangi China yang sangat ambisiusĀ berupaya mengembangkan pesawat tempur siluman generasi ke-5.
Media pemerintah China seperti dilansir CNNI (30/6) merilis rekaman kemajuan produksi pesawat tempur siluman generasi kelima J-35 Pinyin (Naga Langit) yang diklaim makin canggih.
Pesawat bermesin ganda besutan pabrik industri dirgantara Shenyang Aircraft Corporation dengan nomor seri 350030 Ini sekaligus menandai pesawat ke-30 yang sedang diproduksi.
Selain jenis pesawat tempur multi peran berbasis di landasan darat, varian J-35 lainya (Hiu Biru) berbasis di laut atau diangkut oleh kapal induk.
Diproduksi sejak 2012, kedua variant J-35 itu (J-35/J-35A) mulai diperkenalkan ke publik pada 3 September 2025
Kehadiran J-35 akan menjadi pesawat tempur generasi ke-5 Tiongkok ke-2 (setelah Chengdu J-20), dan menjadikan Tiongkok satu-satunya negara selain AS yang memiliki dua jenis pesawat tempur siluman (J-22 Raptor dan F-35 Lightning II).
Kebocoran cetak biru F-35
Menyaksikan tampak luar J-35 yang mirip dengan pesaingnya, F-35 buatan AS, muncul dugaan terjadinya aktivitas spionase terkait kebocoran desain pesawat tersebut.
Kepala Akuisisi Pertahanan Frank Kendall pada 2013 mengatakan di sidang Senat bahwa data F-35 yang dicuri membantu pesaing AS mempercepat proyek pesawat tempur generasi kelima mereka sendiri.
Dalam artikelnya pada 2015, Franz-Stefan Gady mengatakan, dokumen yang bocor ke Der Spiegel mengonfirmasi publik atas pencurian data rahasia program Joint Strike Fighter AS oleh peretas Tiongkok.
Pejabat militer dan industri AS percaya bahwa begitu J-35 (masih disebut FC-31 saat itu) mulai beroperasi, kemungkinan besar akan lebih dari sekadar rival bagi jet tempur generasi ke-4 AS seperti F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18E/F Super Hornet.
Mereka menyebutkan, keunggulan J-35 dibandingkan jet tempur AS seperti F-22 dan F-35, akan bergantung pada faktor-faktor seperti kuantitas platform, pilot, dan kemampuan radar serta sensor lainnya.
Komentator barat juga menyatakan, J-35 akan menjadi pilihan atraktif untuk diekspor karena harganya lebih terjangkau bagi negara yang tidak mampu membeli pesawat buatan AS karena terlalu mahal atau disanksi.
Namun, rival regional juga berlomba-lomba mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5 dan ke-6.
India misalnya dengan HAL AMCA, Jepang (Mitsubishi X-2 Shinshin) dan Korea Selatan bersama RI (KF-21 Boramae), sementara negara-negara Asia lainnya mempertimbangkan pembelian F-35 atau Sukhoi Su-57 (Rusia) untuk meningkatkan kemampuan AU-nya. (CNNI/wikipedia/ns)




