JAKARTA, KBKNEWS.id – Gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus memakan korban. Hingga Sabtu (11/7), jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 4.118 orang, sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
Data tersebut disampaikan Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, yang juga menyebut ribuan warga masih dinyatakan hilang.
Bencana ini dipicu dua gempa beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang 39 detik. Gempa berkekuatan 7,5 menjadi yang terbesar di Venezuela dalam lebih dari satu abad dan menghancurkan kawasan permukiman di negara bagian pesisir La Guaira, termasuk sejumlah blok apartemen bertingkat.
Meski operasi pencarian korban selamat telah dihentikan, keluarga korban masih terus menyisir reruntuhan dengan harapan menemukan kerabat mereka untuk dimakamkan secara layak.
Di tengah upaya pemulihan, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez meminta Inggris mencairkan sekitar 30 ton cadangan emas milik Venezuela yang selama ini dibekukan akibat sanksi.
Menurutnya, aset tersebut sangat dibutuhkan untuk membiayai rekonstruksi dan membantu pemulihan wilayah yang terdampak gempa.





