Santunan Korban Crane di Masjidil Haram Belum Juga Turun

Tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram pada 11 September 2015/ Foto: ABCnews

BANDUNG – Santunan terhadap korban derek raksasa (crane) di Masjidil Haram belum juga diterima ahli waris oleh pemerintah Arab Saudi.

Misalnya saja, keluarga korban jamaah haji dari Bandung, Duskarno, yang mempertanyakan hal tersebut,
“Sampai sekarang belum mendapat kabar soal kapan pencairan itu akan dilakukan,” kata Duskarno, Jumat (19/8/2016).

Ia menuturkan, banyak jemaah haji Indonesia termasuk istrinya, Iti Rastiwi Darmini, menjadi korban dari derek raksasa jatuh, di Masjidil Haram, Jumat 11 September 2015.

Peristiwa yang sudah hampir satu tahun itu, kata dia, hingga saat ini belum ada kejelasan realisasi santunan yang dijanjikan pemerintah Arab. “Belum pernah ada informasi apa pun kepada saya,” katanya.

Duskarno mengungkapkan janji santunan pemerintah Arab Saudi yakni sebesar 1 juta riyal atau setara dengan Rp3,5 miliar bagi semua korban meninggal dan cacat fisik. Selain itu pemerintah Arab Saudi menjanjikan ibadah haji eksklusif bagi keluarga korban derek raksasa itu jatuh.

Tapi hingga kini tidak ada realisasi, “Sampai sekarang yang kami dapat baru santunan asuransi dalam negeri untuk jamaah wafat karena kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga dari Kementerian Agama tidak memberikan penjelasan terkait realisasi santunan tersebut. Malahan informasi santunan yang dijanjikan didapatkannya melalui media internet yakni ada kendala dengan satu negara yang belum menyepakati santunan tersebut.

“Jika memang kendalanya ada di satu negara yang belum deal, ya baiknya tinggalkan saja negara itu, prioritaskan dulu keluarga korban dari negara lain,” katanya.

Advertisement