Trump Perintahkan Pasukannya Stop Serang Iran.

Masing-masing Empat pesawat tempur AS F-16 (kiri) dan F-35 (kanan), mengawal dua pesawat pengebom B-2 Lanser (tengah). Presiden AS Donald Trump, Sabtu (26/7) memerintahkan stop sementara serangan ke Iran. (foto: Reuters)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 27/7 SETELAH sepanjang 13 hari menggempur Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba memerintahkan pasukannya menghentikan serangan, Sabtu (25/7).

Alasannya, menurut laporan harian The Guardian mengutip CNNI, Minggu (26/7), serangan ke Iran dihentikan dua hari beruntun atas saran para pejabat militer senior kepada Presiden Trump.

Trump disarankan untuk melanjutkan negosiasi diplomatik dan menghindari kembalinya perang habis-habisan. Trump juga disebut menyetujui langkah diplomatik dengan membuka kembali pintu negosiasi dengan Iran.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, juga mengakui bahwa Trump siap melakukan negosiasi dengan Iran.

“Dia [Trump] membuka ruang untuk dialog, dia memberi sedikit kelonggaran,” kata Waltz dikutip dari Reuters.

Menariknya, keputusan Trump untuk menghentikan serangan AS ke Iran berpeluang kembali mendapat gangguan. Pasalnya, PM Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan mengunjungi Gedung Putih pada Selasa (28/7) waktu setempat.

Netanyahu merupakan kritikus vokal terhadap negosiasi AS dengan para pemimpin Iran. Ia sudah berulang kali mendesak AS untuk melanjutkan serangannya terhadap Iran dan masih berharap bisa meningkatkan kembali popularitasnya sebelum pemilihan yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.

Namun, sejumlah media juga mengklaim bahwa pejabat senior di pemerintahan Trump dilaporkan telah memberi tahu presiden tentang menipisnya persediaan amunisi yang dapat menghambat kampanye militer berkelanjutan di wilayah Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Axios, Laksamana Bradley Cooper, komandan militer AS tertinggi di Timur Tengah, memberi tahu Trump bahwa kampanye militer AS telah mencapai batas efektivitasnya.

Pihak Iran sendiri menyatakan akan menghentikan apa yang mereka sebut sebagai serangan “pembalasan” terhadap sekutu AS di kawasan tersebut.

“Selama dua malam terakhir Amerika telah menghentikan serangan mereka. Strategi kami pada dasarnya adalah pembalasan, kami juga telah menghentikan operasi pembalasan kami,” ucap jubir Iran, Mohammad Akraminia.

Walau penghentian sementara serangan ke Iran benar-benar dilakukan, bukan berarti perdamaian sudah di depan mata, karena situasi begitu cepat berubah, dan ancaman berlanjutnya konflik juga tetap terbuka. (CNN/the Guardian/Reuters/Kompas.com)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here