
JAKARTA – (KBKNEWS) – 26/7 – MENTERI Pendidikan India, Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri, Sabtu (25/) gegara gelombang aki protes massa “Partai Kecoa” (CJP).
Aksi-aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kemarahan mass terutama remaja lulusan SMA terhadap serangkaian penyimpangan dalam ujian masuk ke pergiuruan tinggi yang berpotensi menutup masa depan mereka.
“Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada perdana menteri,” kata Pradhan dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X seperti dilaporkan NDTV yang dikutip Kompas.com (26/7),
Pradhan mengundurikan diri beberapa jam sebelum putara ketiga pembicaraan antara perwakilan kubu “Partai Kecoa” dan pemerintah pusat.
Pengunduran diri Pradhan adalah tuntutan utama para demonstran “Partai Kecoa” yang berkemah di Jantar Mantar, Delhi, selama lebih dari sebulan.
“Saya sangat menghormati aspirasi, sentimen, dan harapan yang wajar dari kaum muda negara ini. Mewujudkan impian generasi muda India telah menjadi tekad moral kehidupan politik dan sosial kita,” ujarnya.
Dalam pernyatan pengunduran dirinya Pradhan menyampaikan rasa terima kasih kepada Perdana Menteri atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk melayani bangsa di bawah kepemimpinannya.
Pembicaraan antara Ketua Mahkamah Agung dan pemerintah pusat sebenarnya menemui jalan buntu terkait tuntutan pengunduran diri Pradhan.
Ketua Mahkamah Agung telah menegaskan bahwa tidak akan ada diskusi jika pemerintah menolak untuk memecat Dharmendra Pradhan.
Dengan pengunduran diri Pradhan, pemerintah telah memenuhi semua tuntutan yang diajukan oleh para demonstran.
Tuntutan lainnya adalah tak ada tindakan hukum terhadap mahasiswa yang melakukan protes dan kompensasi untuk keluarga siswa yang meninggal karena skandal kebocolan soal ujian NEET.
Pemerintah telah memberikan jaminan kepada Ketua Mahkamah Agung mengenai dua tuntutan terakhir pada Jumat (25/7).
Lokasi protes di Jantar Mantar langsung dipenuhi sorak sorai perayaan begitu berita pengunduran diri Dharmendra Pradhan tersiar.
“Hidup Kekuatan Mahasiswa!” tulis CJP menanggapi pengunduran diri Pradhan. “Kita telah berhasil,” kata pendiri CJP, Abhijeet Dipke saat mengumumkan berita pengunduran diri Pradhan dari panggung Jantar Mantar.
“Dulu orang bilang tidak ada yang mengundurkan diri dari pemerintahan ini. Tapi kami telah melakukannya,” sambungnya.
Aksi protes mahasiswa yang telah menyebar ke puluhan kota di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir, telah menjadi isu politik besar di India. Pihak oposisi memberikan dukungan penuh kepada gerakan tersebut dan menekan pemerintah.
“Partai Kecoa” di India adalah gerakan satir online yang terbentuk Mei medio Mei lalu dipicu kebocoran ujian masuk fakultas kedokteran nasional (NEET) yang diikuti sekitar dua juta peserta.
Akibat ujian yang diulang pada Juni lalu membuat belasan peserta ujian bunuh diri. Massa “Partai Kecoa” menuntut pengunduran diri Meteri Pendidikan Dharmendra Pradhan, reformasi sistem ujian serta tindakan tegas pada aparat yang melakukan kekerasan pada pandemo. (kompas.com/ns)




