Netanyahu Minta Bantuan Militer AS Dihentikan Bertahap, Ini Penggantinya

orps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan sumpah untuk memburu dan menghabisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: aa.com.tr)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengusulkan agar bantuan militer langsung Amerika Serikat (AS) kepada Israel dihentikan secara bertahap dalam 10 tahun ke depan.

Sebagai penggantinya, Israel ingin membangun hubungan pertahanan yang lebih berorientasi pada kemitraan strategis, khususnya melalui pengembangan teknologi persenjataan bersama.

Usulan tersebut disampaikan Netanyahu dalam serangkaian pertemuan di Washington dengan Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan utusan khusus Steve Witkoff.

Menurut pejabat senior Israel, sebagaimana dilansir Anadolu, Netanyahu menilai sudah saatnya Israel beralih dari penerima bantuan menjadi mitra yang lebih setara dengan AS di bidang pertahanan.

Dalam proposalnya, Israel mengusulkan agar nota kesepahaman (MoU) pertahanan berikutnya menghapus secara bertahap skema Foreign Military Financing (FMF) yang saat ini bernilai sekitar 3,3 miliar dolar AS per tahun.

Namun, Israel tetap berharap bantuan untuk program pertahanan rudal balistik senilai sekitar 500 juta dolar AS per tahun tetap dipertahankan.

Selain itu, Netanyahu mengajukan pembentukan dana bersama AS-Israel senilai 16 miliar dolar AS untuk mendanai riset dan pengembangan sistem persenjataan baru.

Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi teknologi pertahanan sekaligus mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan finansial langsung dari Washington.

Menurut pejabat Israel, usulan tersebut juga didorong oleh perubahan dinamika politik di Amerika Serikat yang dinilai membuat dukungan terhadap Israel semakin tidak pasti.

Karena itu, Israel ingin memastikan keamanan negaranya tidak bergantung pada perubahan kebijakan politik di Washington.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here