JAKARTA, KBKNEWS.id — Menjadi guru matematika bukan satu-satunya jalan pengabdian bagi Irsan Noursi Firman (27). Di tengah kesibukannya mengajar dan menjalankan tugas sebagai tim fundraising Yayasan Nurul Asri Hidayah Ramadhan (YANASHIRA) Jakarta, Irsan memilih memperluas kontribusinya di bidang kemanusiaan.
Irsan menjadi salah satu dari 55 peserta Pelatihan Tanggap Bencana Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa yang digelar di Puncak Halimun Camp, Bogor, Jawa Barat, pada 4–6 Agustus 2026. Pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Irsan untuk memahami secara langsung penanganan bencana di lapangan.
Sebelum mengikuti pelatihan secara langsung, Irsan bersama peserta lainnya telah mendapatkan pembekalan teori secara daring pada 2–3 Agustus 2026. Namun, praktik di lapangan memberikan pengalaman yang berbeda dan membuatnya memahami tantangan dalam situasi kebencanaan.
Lulusan Ilmu Pendidikan Matematika Kampus Unindra ini sebenarnya telah akrab dengan dunia sosial dan perzakatan sejak usia 12 tahun. Saat duduk di kelas 6 SD, Irsan mulai aktif di remaja masjid YANASHIRA. Hingga kini, ia tetap menjalankan peran sebagai guru les privat sekaligus aktif selama lima tahun di bidang fundraising.
Bagi Irsan, mengajar merupakan bentuk tanggung jawab untuk membagikan ilmu. Sementara menjadi amil zakat adalah panggilan hati untuk membantu sesama.
“Saya merasa ada panggilan sosial, ada ketukan hati. Suatu waktu guru saya pernah berpesan, kita bisa membantu sesama dengan waktu, materi, dan tenaga. Ketika materi belum ada, saya membantu lewat dua hal yang saya punya: waktu dan tenaga,” tutur Irsan.
Awalnya, Irsan sempat ragu mengikuti pelatihan tersebut. Pengalaman mengikuti pelatihan serupa sebelumnya membuatnya enggan. Namun, setelah mempelajari kurikulum, sejarah Dompet Dhuafa, serta mendapat dukungan dari rekan-rekannya, ia akhirnya memutuskan untuk ikut.
Keputusan tersebut memberinya banyak pengalaman baru. Bersama tim Disaster Management Center (DMC) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Irsan mendapatkan materi tentang penyelamatan medis hingga pengelolaan zakat untuk kebencanaan.
“Jujur, seru banget karena banyak materi teknis yang sangat relevan antara teori dan praktisnya. Antara pengelolaan zakat dan tanggap darurat. Meski cukup lelah karena tidak terbiasa aktivitas lapangan, ini pengalaman berharga yang sayang untuk dilewatkan,” ungkapnya.
Pengalaman berada di medan ekstrem Puncak Halimun juga membuat Irsan semakin memahami perjuangan para relawan yang terjun langsung ketika bencana terjadi. Selama ini lebih banyak bekerja di balik meja sebagai frontliner, pengalaman tersebut membuka perspektif baru tentang pentingnya kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Irsan berharap pelatihan serupa dapat diikuti lebih banyak SDM frontliner hingga jajaran manajemen program.
“Dinamika di lapangan itu sangat taktis dan luar biasa. Dari sini saya bisa memahami betapa besarnya energi tim yang terjun langsung saat bencana. Semoga kita yang berada di balik meja kantor tidak cepat meremehkan, serta bisa saling memahami agar tidak ada stigma antara tim lapangan dan tim balik meja,” harapnya.
General Manager Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa, Bobby P. Manullang, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk memastikan seluruh amil MPZ memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana di wilayah masing-masing.
“Pelatihan ini sangat penting karena semua amil harus dalam kondisi siap dan siaga. Kami berharap materi pelatihan ini komprehensif, sehingga para amil mampu memahami karakter daerahnya, mengenali potensi dan peralatan yang ada, serta menjadi tenaga yang terampil saat kondisi darurat,” tegas Bobby.
Bagi Irsan, pelatihan di Puncak Halimun bukan sekadar kegiatan pelatihan. Pengalaman tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya. Guru matematika yang selama ini membagikan ilmu di ruang belajar itu kini juga siap menjadi amil yang tangguh dan siaga membantu sesama ketika bencana melanda.
“Terima kasih Dompet Dhuafa, atas pengalaman dan pembelajaran yang luar biasa ini. Keputusan yang saya tidak sesalkan mengikuti pelatihan ini,” pungkas Irsan.





