Pemulihan Pascagempa NTT, Listrik dan Telekomunikasi Mulai Kembali Normal

Gempa bermaknitudo 7,7 di sejumlah Kab. Flores sejak Sabtu (15/8) menewaskan 47 orang ( terbanyak di Kab. Manggarai 23 orang, Kab. Manggarai Timur 17 orang dan Kab SIkka 4 orang. (foto: ANTARA)

JAKARTA, KBKNEWS.id — Penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut pemerintah.

Sejumlah infrastruktur penting yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali berfungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pemulihan kelistrikan di Flores Barat dan Flores Timur telah mencapai kondisi optimal. Sebanyak 11 trafo yang terdampak gempa kini telah kembali beroperasi.

Dari total 566.797 pelanggan listrik yang sempat terdampak, sebanyak 99,5 persen atau sebagian besar telah mendapatkan kembali layanan listrik. Masih ada 2.732 pelanggan yang menjadi perhatian dan terus ditangani.

Pemulihan juga berlangsung pada jaringan telekomunikasi. Layanan Telkom di Pulau Flores secara keseluruhan telah pulih hingga 95,4 persen. Namun, Manggarai Timur masih menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut karena tingkat pemulihannya baru mencapai 76,3 persen.

Selain listrik dan komunikasi, akses transportasi juga mulai membaik. Jalan-jalan di sejumlah wilayah NTT secara umum sudah dapat dilalui, meski beberapa jalur masih memiliki keterbatasan akibat kondisi pascabencana.

Di tengah proses pemulihan infrastruktur, upaya pencarian dan penyelamatan tetap berjalan. Tim gabungan Basarnas bersama kementerian dan lembaga terkait masih disiagakan di tujuh kabupaten terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian maupun evakuasi.

Pemerintah juga memperkuat penanganan sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan mengirimkan dua rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo. Selain itu, tim manajemen krisis kesehatan dan tim medis darurat dikerahkan ke sejumlah daerah untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau, sebanyak 1.467 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi lainnya turut diterjunkan. Pemerintah juga menyiagakan 10 armada udara yang masing-masing ditempatkan di Labuan Bajo dan Maumere.

Menko PMK Pratikno menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat seluruh tahapan penanganan darurat hingga pemulihan pascagempa. Pemerintah telah melakukan pemantauan sejak hari pertama bencana untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.

Meski sejumlah layanan vital mulai pulih, pemerintah masih memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang aksesnya terbatas dan infrastruktur yang belum sepenuhnya kembali normal. Penanganan di lapangan pun terus dilakukan secara bertahap hingga kondisi masyarakat dan fasilitas publik benar-benar pulih.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here