Suasana di Labuan Bajo Pascagempa M7,7 

LABUAN BAJO, KBKNEWS.id — Aktivitas masyarakat di kawasan Waterfront, Jalan Baru, Labuan Bajo, tetap berjalan seperti biasa usai gempa magnitudo 7,7. Warga terlihat beraktivitas, anak-anak bermain, sementara wisatawan asing berjalan di sepanjang pedestrian kawasan tersebut.

Pantauan KBKNEWS.id, Kamis (20/8/2026) menunjukkan suasana di tepi laut juga masih ramai. Kapal-kapal nelayan terlihat bersandar dan beraktivitas di perairan Labuan Bajo. Sejumlah warga duduk berbincang, sementara restoran dan sejumlah tempat usaha tetap melayani pengunjung.

Kondisi tersebut berlangsung ketika gempa susulan masih terjadi di Pulau Flores. Sekitar satu jam sebelum suasana di Waterfront ini diamati, gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang berjarak sekitar 79 kilometer dari Labuan Bajo.

Berdasarkan data Disaster Management Center Dompet Dhuafa per 19 Agustus 2026, bencana tersebut telah menyebabkan sekitar 40 ribu orang mengungsi, hampir 12 ribu rumah rusak, 1.184 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 20 orang meninggal dunia.

Gempa besar bukan hal baru bagi masyarakat Flores. Pada 12 Desember 1992, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Flores dan memicu tsunami dengan ketinggian maksimum sekitar 26 meter. Bencana tersebut menyebabkan sekitar 2.500 orang meninggal atau hilang, lebih dari 500 orang terluka, dan sekitar 90 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Pengalaman bencana pada 1992 meninggalkan trauma bagi sebagian masyarakat Flores. Karena itu, gempa susulan yang masih terjadi saat ini membuat warga tetap meningkatkan kewaspadaan meski aktivitas sehari-hari tidak dihentikan.

Di Labuan Bajo, kondisi pariwisata juga masih berjalan. Wisatawan tetap datang, hotel beroperasi, restoran tetap buka, dan aktivitas masyarakat berlangsung normal. Perubahan utama terlihat pada meningkatnya kewaspadaan warga terhadap informasi gempa dan potensi gempa susulan.

Labuan Bajo merupakan salah satu tujuan wisata utama Indonesia dan menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Flores. Tetap berjalannya aktivitas di tengah situasi pascagempa menunjukkan masyarakat berupaya menjaga kegiatan ekonomi dan pelayanan kepada wisatawan, sembari tetap memperhatikan aspek keselamatan.

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here