JAKARTA, KBKNEWS.id – Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi dua kali dalam waktu berdekatan pada Senin (24/8/2026) pagi.
Dua letusan tersebut terjadi hanya dalam selang waktu dua menit.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.41 WIB. Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan, kolom abu teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut,” kata Andi, Senin (24/8/2026).
Erupsi pertama terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan berlangsung selama 77 detik.
Belum berselang lama, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 09.43 WIB.
Tinggi kolom abu pada erupsi kedua relatif sama, yakni sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut. Kolom abu juga berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut.
“Erupsi kedua terjadi pukul 09.43 WIB. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut,” ujar Andi.
Erupsi kedua terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 49 milimeter. Durasi letusan kali ini lebih singkat, yakni sekitar 25 detik.
Andi mengatakan, dua erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih perlu dipantau secara intensif.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, terutama perubahan aktivitas erupsi dan kondisi visual gunung,” katanya.
Wisatawan Dilarang Mendekat 3 Kilometer
Seiring aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas masyarakat juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” tegas Andi.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dapat berubah sewaktu-waktu.
“Jangan memaksakan diri mendekati kawasan kawah aktif untuk melihat erupsi. Keselamatan harus menjadi yang utama,” pungkasnya.





