Duka di Balik Terpal Pengungsian NTT, Ibu 3 Anak Berpulang Usai Berjuang Rawat Orang Tua

MANGGARAI, KBKNEWS.id — Duka mendalam menyelimuti lokasi pengungsian di Terminal Gadong, Desa Salama, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang ibu bernama Siti Rahmah mengembuskan napas terakhirnya di dalam tenda darurat beralaskan terpal seadanya, Minggu (23/8/2026).

Korban sendiri tinggal di Dusun Rawara, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Manggarai. Kepergian almarhumah meninggalkan luka mendalam sekaligus rasa pilu bagi warga dan sesama penyintas di lokasi pengungsian. Siti Rahmah berpulang dan meninggalkan tiga orang anak yang masih berada di usia sekolah dan balita, masing-masing berusia 16 tahun, 15 tahun, dan si bungsu yang baru menginjak usia 6 tahun. Ketiga anak tersebut kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sosok ibu di tengah kondisi kehidupan yang serba terbatas di pengungsian.

Berdasarkan keterangan kerabat dan warga setempat, kondisi kesehatan almarhumah mengalami penurunan drastis akibat kelelahan fisik dan mental yang berat. Selain harus bertahan di tempat penampungan sementara, almarhumah selama ini juga memikul tanggung jawab besar mengurus orang tuanya yang sedang sakit.

Beban tersebut kian berat lantaran orang tuanya tinggal di wilayah yang terpisah, yakni di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Almarhumah harus menempuh perjalanan antardesa dan antarkecamatan secara berulang demi memastikan kebutuhan serta pengobatan orang tuanya tetap terpenuhi.

Aktivitas merawat yang melelahkan serta mobilitas yang tinggi tanpa istirahat yang cukup perlahan mengikis daya tahan tubuh Siti Rahmah. Situasi di tenda pengungsian yang minim fasilitas dan rentan terhadap perubahan cuaca turut mempercepat memburuknya kondisi fisik almarhumah.

Kabar duka ini memicu gelombang simpati dan keprihatinan dari para pengungsi lain maupun masyarakat sekitar. Warga dan keluarga besar berharap ada uluran tangan serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun dinas terkait, baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan psikososial, hingga jaminan kelanjutan pendidikan bagi anak-anak tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here